Diposkan pada Anak

Buah Hati Sedang Sakit Apa? Ini Menu Makanannya

Ketika tahu buah hati sedang sakit, pastiah orang tua merasa sedih. Walaupun sudah pergi ke dokter anak dan mendbuku-menu-sehatapat tips-tips mendampingi anak, orang tua bisa merasa kebingungan saat buah hati susah makan.  Padahal, makan diwaktu sakit adalah hal yang penting sekali untuk menjaga dan menguatkan daya tahan tubuh mereka.  Lalu, bagaimana membuat buah hati kita mau makan? Dan ketika mereka mau makan, apakah kita bisa memastikan makanan yang kita siapkan mememenuhi kebutuhan asupan mereka? Bagi orang tua yang aktif, pastilah akan segera mencari informasi yang berguna bagi buah hatinya.

Disinilah kegunaan buku ini sebagai penyedia informasi. Pada buku ini, Gatot Sudaryanto menuliskan bukan saja tentang tips memberi makanan saat si kecil saat sakit namun juga memberi informasi tentang pengaturan nutrisi saat si kecil sakit dan cara pemberian asupan nutrisi untuk anak sesuai usia.  Dari tips –tips ini  Gatot Sudaryanto merekomendasikan beberapa menu yang membatu kebutuhan asupan sesuai jenis sakit yang umum pada anak karena ternyata, asupan yang dibutuhkan sesuai jenis-jenis penyakit anak itu berbeda.

menu-sehat2Bahan-bahan untuk memasak menu sehat juga tidaklah sulit didapat. Beberapa bahan seperti avokad, pisang, tomat, sayur bayam merah , tempe dll jelaslah sudah dikenal. Cara pengolahan juga tidaklah rumit. Terdapat urutan pengolahan yang sudah tertera pada buku ini. Selain itu, gambar masakan yang sudah jadi juga ditampilkan, sehingga membantu pembaca memvisualkan menu yang sudah  jadi.  Sederhana dan informatif.

 

 

 

Judul                                     : Menu Sehat Untuk Anak Sakit

Penyusun                            : Gatot Sudaryanto

Penerbit                              : Penerbar Plus (Penebar Swadaya Grup)

Halaman                              : 140 hal

 

 

 

Iklan
Diposkan pada hukum,ekonomi, Tak Berkategori

Kemukakan Disharmoni Hukum Dalam Pemberantasan Korupsi, Adi Toegarisman Tawarkan Paradigma Baru

buku-paradigma-korupsi

Adi  Toegarisman, seorang jaksa karier, dalam buku ini mengemukakan  adanya perbedaan pendapat dalam penyelesaian kerugian keuangan negara disebabkan oleh  disharmoni hukum keuangan negara, konsep hukum administrasi negara, hukum perdata, hukum perseroan, dan hukum pidana yang terdapat pada UU 17/2003, UU 1 /2004, UU 15/2004, UU 19/2003, UU 40/2007, dan UU 31/1999 jo UU 20/2001. Akibatnya adalah munculnya disharmoni penafsiran hukum, judicial dictatorship, disparitas hukum , tiadanya mekanisme peralihan dari ranah hukum pidana ke ranah perdata dll yang tercermin pada putusan hakim tindak pidana korupsi.

Menurut Adi Toegarisman, disharmoni tersebut berimplikasi munculnya ketidakefisienan dalam proporsi  jumlah biaya penanganan tindak pidana korupsi dan kerugian keuangan negara sebagai akibat tindak pidana korupsi dibanding dengan jumlah kerugian keuangan negara  yang dapat dikembalikan kepada negara (h 150). Ini adalah sebuah masalah besar.

Masalah  ini pula yang  mengingatkan kita bahwa pemberantasan korupsi tidak melulu berkutat kepada pencegahan dan penindakan seperti operasi tangkap tangan dll, namun perlu juga disimak dengan cermat kondisi konsep-konsep  hukum yang mengurusi tindak pidana korupsi.  Disinilah letak dimana  posisi paradigma yang ditawarkan oleh Adi Toegarisman. Pada tataran ideal, paradigma ini ingin mengeliminasi terjadinya disharmoni hukum, unifikasi penafsiran hukum, menangani peralihan dari ranah pidana ke perdata, serta memberi acuan nilai efisiensi ekkonomi terhadap penanganan kerugian negara.

Kekuatan seorang karier dalam sebuah profesi adalah dia bisa mengemukakan sebuah realita secara runtut dan memiliki nilai.  Hal inilah  yang ada pada buku ini.Penjelasan yang runut dan contoh kasus-kasus membantu kita memahami alur cara berpikir penulis. Buku ini akan bermanfaat khususnya kepada para penegak hukum , dosen dan mahasiswa hukum, dan siapapun yang peduli kepada pemberantasan korupsi.

 

Judul                      : Pemberantasan Korupsi : Dalam Paradigma Efisiensi

Penulis                  :Dr M Adi Toegarisman SH MH

Penerbit                : Penerbit Buku KOMPAS 2016

Hal                           : xii + 156 hal

 

 

Diposkan pada Anak

Anak Terlambat Bicara Jangan Diratapi, Melainkan Dampingi

foto-buku-resensi

Proses perkembangan anak tentunya mendapat perhatian orang tua, mulai dari lahir hingga ke usia tertentu. Orang tua dalam kesehariannya mengamati secara langsung peningkatan apa saja yang dimiliki buah hatinya mulai dari fisik dan non fisik. Bagi beberapa orang tua, mereka menyadari bahwa anak mereka ternyata memiliki kondisi perkembangan yang berbeda dibanding dengan anak lainnya. Salah satu contohnya adalah keterlambatan bicara pada anak. Bagi beberapa orang tua kondisi ini memberikan rasa stress yang melemahkan. Biasanya hal ini diperparah oleh stigma yang diberikan oleh lingkungan sosial mengenai kondisi anak terlambat bicara.Sebaliknya,bagi orang tua yang tangguh, mereka akan segera mencari informasi tentang kondisi anaknya melalui dokter anak, psikolog anak, diskusi  dengan orang tua lain yang memiliki masalah yang sama. Harapannya, mereka dapat memiliki informasi yang bisa mendukung perkembangan anak.

Buku yang ditulis oleh Julia Maria van Tiee ini berangkat dari kisah nyata perjuangannya memberikan  perhatian anaknya yang berkebutuhan khusus. Ia memahami benar bahwa kondisi keterlambatan bicara pada  anak menjadi momok bagi para orang tua. Terlebih, karena banyaknya publikasi tentang autisme yang memasukkan keterlambatan bicara pada anak sebagai salah satu gejalanya.

pendidikan-anakku-terlambat-bicara

Perjuangan Julia Maria van Tiee tidaklah mulus. Ia mendapatkan kenyataan bahwa hal keterlambatan bicara pada anak belum mendapat pemahaman yang seragam dari pemerintah, praktisi kesehatan yang  berkaitan dengan anak berkebutuhan khusus dan para orang tua yang memiliki anak terlambat bicara. Dalam kondisi seperti inilah, buku ini memberikan sebuah informasi berharga  yakni bagaimana kita memiliki pengertian tentang keterlambatan bicara pada anak dan bagaimana kita bersikap mendampingi pendidikan mereka.

Buku ini sebenarnya adalah buku lanjutan dari buku Anakku Terlambat Bicara (Prenada Media,2007). Banyak informasi yang ditulis berdasar pengalaman pribadi dan literatur ilmiah sehingga informasi yang ada di buku ini akan sangat membantu para orang tua dalam mendampingi buah hati yang terlambat bicara.

 

Judul                                    : Pendidikan Anakku Terlambat Bicara

Penulis                                : Julia Maria van Tiee

Penerbit                              : Prenadamedia Group

Halaman                             : xiv + 488

Diposkan pada Tak Berkategori

Bagaimana Membuat Ide, Kampanye,Produk Kita Menjadi “Getok Tular”?

contagious4

Sadar atau tidak sadar, dalam perbincangan kita dengan orang lain baik itu di rumah ( keluarga), tempat kerja, kampus dll, kita menyebut sebuah merek dagang, atau cerita tentang postingan online  yang sedang populer,diskon sebuah produk, ataupun keluhan dari sebuah layanan jasa.Hal-hal ini disebut sebagai konten. Cara berbincang kita bisa melalui bertatap muka,  lewat grup seperti  WhatsApp, ataupun media sosial seperti Facebook,twitter dll. Faktanya, perbicangan konten tersebut  bukan hanya kita. Namun orang lain diluar kitapun juga berbincang kepada orang lain lagi tentang konten yang bisa sama ataupun berbeda. Artinya, dalam satu hari perbicangan sebuah  konten ini  terjadi bekali-kali dan bersambung dikemudian hari oleh orang-orang yang bisa berbeda . Nah perbincangan konten  inilah yang disebut c o n t a g i o u s atau dalam masyarakat kita biasa disebut getok tular.

countagius1

Menariknya adalah,tema konten  perbicangan ini ada yang menjadi viral atau terus diperbincangkan namun ada pula yang tidak terdengar lagi. Disinilah Jonah Berger menjelaskan bahwa ada rahasia yang menjadikan sebuh tema, cerita, peristiwa ataupun merek dagang menjadi populer ataupun tidak.  Bagi Berger, terdapat 6 prinsip penularan  bagaimana sebuah cerita, kabar dan informasi beredar di masyarakat.  Jika sebuah konten memiliki 6 prinsip ini yakni :Mata Uang Sosial, Pemicu,Emosi, Umum, Nilai Praktis dan  Cerita, maka kemungkinan besar akan terjadi getok tular.

JIka Anda adalah seorang pemilik atau manajer sebuah perusahaan baik skala kecil maupun besar, seorang penulis yang ingin tulisannya tenar, seorang politisi yang membutuhkan suara dari para pemilih, seorang aktiivis yang sedang mengkampanyekan sesuatu, ataupun seorang penulis iklan yang menginginkan iklannya menjadi perbincangan, maka buku ini adalah referensi yang bagus.

 

Judul                    : Contagious

                               Rahasia Di Balik Produk Dan Gagasan Populer

Penulis                 : Jonah Berger

Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama

Halaman             : IX + 297

Diposkan pada Tak Berkategori

Gagasan Yang Hidup adalah Gagasan Yang Melekat

20161210_170328

Saya sesekali masih membuka sebuah video ini di youtube yang diunggah oleh Andrea Gardner  berjudul The Power of Words (https://www.youtube.com/watch?v=Hzgzim5m7oU). Sumbangan yang diberikan kepada seorang pengemis tua tiba-tiba menjadi banyak dari para pejalan kaki yang melintas didepannya. Ini terjadi setelah seorang perempuan cantik lewat didepannya. Ia melewati pengemis, kemudian berbalik kembali mendekati pengemis itu. Ia tidak memberikan koin, melainkan mengambil kardus  yang tertulis sebuah tulisan yakni I’m blind please help. Perempuan itu membalikkan sisi tulisan tadi, dan menulis  sesuatu k a t a   m a g i s  : It’s a beautiful day and I cant’s see it. Gagasan ini terwujud pada kata-kata yang berhasil  merubah mindset  orang yang membaca dan menghasilkan tindakan mereka memberikan koin.

Setiap hari mungkin kita mendapatkan gagasan untuk keperluan studi atau perkerjaan ataupun hobi. Kemudian kita sampaikan kepada orang lain. Ada yang tertarik, ada yang ,menganggap biasa malah acuh  tak acuh. Hal ini biasa terjadi.  Bahkan bila kita telah secara tekun mengulang-ulang  gagasan tersebut, dan ternyata tidak mendapatkan respon yang  diinginkan, mungkin kita akan merasa jenuh ,stress, dan bingung  mengapa gagasan kita tidak menarik dan mati.

Disinilah salah satu sumbangan Chip Heat & Dan Heath melalui buku ini. Mereka telah meneliti banyak sekali gagasan  melalui serangkaian eksperimen . Dari eksperimen-eksperimen ini , mereka menemukan prinsip  dari gagasan yang melekat.

Prinsip gagasan yang melekat inilah yang bisa menjawab mengapa sebuah gagasan baik belum tentu diterima, sedang gagasan buruk malah mendapat tempat dalam perbincangan publik. Atau,  mengapa sebuah kabar burung begitu cepat menyebar dan  hingga kini masih diperbicangkan, contoh seperti  Tembok Besar China adalah benda buatan manusia yang dapat dilihat dari  luar angkasa. (Padahal  tidaklah demikian. Tembok  Besar China itu memang sangat panjang tapi tidak terlalu lebar. Jika Tembok Besar ini terlihat ,maka jalan tol antar Negara bagian  (Amerika) akan terlihat juga, dan kemungkinan juga beberapa took Wal-Mart/halaman 14). Masih banyak kabar burung disekitar kita yang bisa dipelajari lebih mendalam mengapa kabar tersebut  tetap bertahan sampai sekarang.

Heat Bersaudara ini tidak saja menuliskan penjelasan tentang kelekatan , melainkan menuntun kita membuat sebuah  gagasan yang melekat. Prinsip kelekatan ini pula yang bisa membantu kita mempersiapkan sebuah presentasi  gagasan yang tidak bertele-tele namun mampu merubah cara pandang yang mendengarkan. Apapun profesi kita, buku ini akan membantu dalam pola komunikasi kita.

 

Judul Buku          : Made To Stick : Strategi Agar Gagasan Kita Melekat di Benak Orang Lain

Penulis                 : Chip Heat & Dan Heat

Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama

Halaman              : ix + 417

Diposkan pada manajemen, Profesi, Tak Berkategori

Presentasi Itu Butuh Seni  

buku

Buku ini tidaklah tebal. Bila kita memiliki waktu  paling lama 2 jam, pasti isi di dalamnya kan habis terbaca. Walau begitu, manfaat dari isi buku ini melebihi ketebalannya.  Buku ini mengajak kita menengok sebentar tentang kapan dan dimana kita melakukan presentasi. Jangan dibayangkan, Budiman Hakim, si penulis akan mencuplik teori teori modern tentang presentasi. Malah, yang ada adalah cerita mengalir dengan gaya ngobrol kesana kemari tanpa melupakan bobot .  Ini mengasyikan dan tidak membuat bosan.

Saya terkesan dengan salah satu judul dalam buku ini tentang presentasi 60 detik. Saya berimajinasi seakan-akan saya  harus mempersiapkan presentasi itu, tapi masalahnya apa yang harus saya sampaikan dengan durasi sependek itu? Budiman Hakim mengingatkan lewat “obrolannya” bahwa kesuksesan presentasi seperti ini bukan semata terdukung oleh bagus tidaknya materi presentasi, maksimal tidaknya kreatifitas, melainkan juga kepada siapa presentasi ini ditujukan. Di buku ini, ia bercerita tentang kisah nyata presentasi 60 detik yang efektif.

Lain lagi, kisah tentang presentasi ala  bartender dan agen asuransi  menjadi kisah yang membuat kita paling tidak senyum-senyum. Kisah-kisah tersebut merupakan  kisah nyata dari Budiman Hakim. Dalam keseharian seorang bartender  yang bertugas meramu dan menyajikan minuman special, ternyata terdapat  ilmu bagaimana  mendapatkan  informasi apa yang diinginkan konsumen dan bagaimana kita memuaskannya.  Sedang kisah presentasi ala agen asuransi yang ada di kisah tersebut, mengingatkan kita pentingnya menjaga rasa”trust”. Bila kita mendapat “trust” yang bagus, apa yang kita tawarkan kepada orang lain pasti lebih mudah di terima. Sebaliknya, bila kita telah mendapat citra diri yang tidak bagus, sebaiknya segeralah  mencari orang yang kira-kira tidak tahu tentang diri kita.

Budiman Hakim adalah pekerja di  bidang kreatif. Setiap harinya, ia bisa bertemu orang lama dan orang baru untuk menjual gagasan kreatifnya. Pada buku ini, Budiman Hakim menuangkan ilmu-ilmu lewat kisah nyata yang ia dan teman-temannya alami.  Memang bacaan yang ada di buku ini lebih dekat dengan dunia periklanan, namun bagi kita yang berkarier dibidang lain tetap bisa mendapat ilmu seni  presentasi yakni  sentuhan-sentuhan kecil yang memuluskan presentasi layaknya udara yang ada di ban sepeda akan membuat ban tersebut menggelinding dengan lancar walau diatas bebatuan. Bayangkan bila tidak ada udara,  roda akan berputar namun terasa sakit karena selalu bergesekan dengan jalan.

Judul Buku                          : Saya Pengen Jago Presentasi

Penulis                                : Budiman Hakim

Penerbit                              : Galang Pustaka

Cetakan                              : 1 (2015)

Halaman                             : xiv + 178 halaman