Diposkan pada keluarga, Woman and The Book

Astri: “Selalu Muncul Rasa Sayang , Jadi Gak Rela Jika Dibuang”

3

Salah satu hal yang paling melelahkan bagi perempuan cantik ini adalah beres-beres rumah alias merapikan, menyeleksi, dan membuang barang-barang yang sudah rusak ataupun tidak diperlukan lagi. Namun tak berapa lama, pastilah ditemukan barang yang tergeletak bukan pada tempatnya. Begitulah seterusnya hingga nanti ia memiliki waktu untuk beres-beres lagi. Hal ini secara sadar atau tidak, sudah menjadi pola yang terbiasa. “Sering merasa lelah jika sebentar-sebentar harus merapikan lagi. Makanya kalau senggang baru bisa nyicil beres-beres” katanya.

Di awal  membaca karya Marie Kondo, Astri menemukan beberapa hal yang baru tentang seni  beres-beres. Salah satu hal yang menarik adalah ungkapan ini “Mending Merapikan Sekaligus Daripada Sedikit-Sedikit” (hal 4).  Ini yang membuatnya ingin meneruskan membaca buku hingga habis. Di halaman berikutnya, Marie Kondo,seorang konsultan terkenal di Jepang untuk urusan menyulap rumah yang berantakan menjadi tempat tinggal yang nyaman, menuliskan beberapa kebiasaan umum lainnya yang menurutnya bisa menghambat tujuan  beres-beres rumah yakni bisa memperbaiki kualitas hidup kita.

2

Saat ditanya, hal apa yang paling susah waktu beres-beres, perempuan yang fasih berbahasa inggris ini mengatakan bahwa ia susah sekali membuang barang, terlebih yang masih tampak  bagus.” Selalu muncul rasa sayang , jadi gak rela jika dibuang”,katanya lagi.

Menurut Marie Kondo,terpengaruh oleh rasa sayang  saat menyeleksi barang, bisa membuat  usaha kita beres-beres terancam gagal. Marie Kondo punya pendapat unik yang  bisa membantu  yakni  jangan memulai dari barang-barang kenangan jika tidak mau gagal.(hal 37).

Ketika ditanya lagi mengenai komentarnya tentang buku ini, lulusan S2 Komunikasi konsentrasi Media and Communication Studies  ini tersenyum manis sambil berujar, “ Tulisan pada buku ini sangat mudah dimengerti. Bahasanya sederhana. Tapi ilmunya sangat besar bagi kita semua”.

 

Judul Buku          : The Life-Changing Magic of Tidying Up

Penulis                  : Marie Kondo

Penerbit               : Penerbit Bentang,2016

Halaman               : xviii + 206

Iklan

Neta Tata : …Peran Funding Officer Ini Adalah Ujung Tombak….

foto-2

Ditemui saat santai, Neta Tata sedang membuka-buka sebuah buku yang berjudul Practical Guide To Effective Account Management for Selling funding Product& Service. Apa gerangan ia membaca buku itu? Apakah ia seorang Funding Officer?

Ternyata bukan.

Ketika ditanya mengapa ia membaca buku itu perempuan berkacamata ini  mengatakan bahwa ia ingin menghadiahkan buku itu untuk temannya yang  baru saja diterima bekerja di sebuah  Bank.  Pada awalnya, perempuan yang berprofesi sebagai Account Executive sebuah media cetak terkenal di Yogyakarta ini ingin menghadiahkan buku jenis novel. Namun saat  ia melihat buku ini disebuah rak buku, ia langsung tertarik.

Buku yang mengangkat tentang profesi Funding Officer seperti profesi temannya itu cukup langka beredar di dunia buku. “ Ini buku yang langka dan tulisannya mudah dimengerti,” katanya sambil membuka-buka buku yang ditullis oleh Maryam Idawati, sorang ex- banker yang telah berpengalaman hampir 20 tahun.

“ Bila membaca buku ini, kita jadi tahu kalau peran Funding Officfoto-4er ini adalah ujung tombak lembaga perbankan. Mereka harus smart mencari nasabah baru, menjalin hubungan yang profesional dan  mengerti kebutuhan bisnis nasabahnya,” kata Neta Tata lagi.  Buku ini menjadi panduan yang bermanfaat bagi para Funding Officer yang mulai berkarir di dunia perbankan.

“Saya berharap ia senang mendapatkan buku ini,”

 

Judul Buku         :

Practical Guide To Effective Account  Management for Selling funding Product&  Service

Pedoman Praktis Account Management   Yang Efektif Dalam Memasarkan Produk dan Layanan Funding

 

Penulis                 : Maryam Idawati

Penerbit              : PT Edcore Indonesia

Percetakan         : PT Persada Utama Tirta Lestari

Halaman              : x+133

 

 
Diposkan pada pertanian-ekonomi-lingkungan

Mau Punya Usaha Pertanian Di Kota? Bisa

 

Bila kita tinggal diperkotaan, terlebih perkotaan yang memang memiliki akititas ekonomi yang tinggi, akan mudah melihat kondisi seperti padatnya kendaraan bermotor yang sering membuat   kita mencium asap kendaraan, sempitnya gang masuk ke suatu kampung, antar rumah saling merapat bahkan hanya berbatas tembok, aktifitas ekonomi yang bisa berlaku 24 jam seakan tanpa jeda, dll.  Bahkan, bagi para pekerja, hari libur selalu terasa kurang agar mendapatkan emosi dan tubuh yang segar. Lalu, apa ada suatu tawaran yang bagus bagi kita dengan kondisi tadi?

Ada. Konsep Urban Farming menawarkan kepedulian kita tentang  perawatan lingkungan, lahan pertanian produktif yang dikawatirkan semakin tergerus alih fungsi lahan menjadi perumahan sehingga mengancam

uf

ketahanan pangan kita, dan tumbuhnya profesi pertanian di tengah ataupun pinggiran perkotaan.  Khsususnya tentang profesi petani kota, profesi ini mulai bertumbuh dibeberapa kota  dan secara nilai ekonomi sangat menjanjjikan untuk meraih keuntungan.

Urban Farming tidak merujuk kepada aktifitas bercocok tanam saja, melainkan juga beternak dan memelihara ikan. Secara singkatnya, kita bisa memanfaatkan lahan sesempit apapun untuk membuat lingkungan yang lebih segar dan indah serta menghasilkan secara ekonomi.

Perbicanangan tentang urban farming sebenarnya sudah banyak. Bisa kita simak di blog, Koran, televisi, atau bahkan melalui medsos. Informasi seperti ini cukup banyak namun tidak tertata secara sistematis. Buku ini hadir salah satunya untuk memberi informasi yang sistematis tentang konsep urban farming mulai dari pengertian, masalah pengembangannya hingga kepada  bentuk-bentuk budidaya yang bisa dikerjakan,.Walau belumlah detil mengenai contoh  budidaya nya, buku ini tetap menginspirasi siapapun yang peduli kepada lingkungan dan ingin menjadi petani di kota.

 

Judul Buku          : Urban Farming: Gaya Bertani Spesifik Kota

Penulis                 : Nugraheni Widyawati

Penerbit              :Lily Publisher

Percetakan         : Andi Offset

Halaman              : xviii + 258

Diposkan pada Anak

Intervensi Bahasa Pada Anak Gifted Terlambat Bicara

 

Ternyata, anak Gifted yang terlambat bicara menanggung resiko besar seandainya orang tua tidak memiliki informasi yang tepat mengenai keadaan anak tersebut. Anak tersebut berpotensi dimasukkan kedalam kelompok lain seperti autis,ADHD,disleksia dll. Padahal penanganan masing-masing keadaan anak  yang membutuhkan perhatian khusus tidaklah sama. Salah pendampingan, bisa berakibat memperberat keadaan mereka dimasa mendatang.buku-anak-gifted-dan-sli

Pada buku ini, Julia Maria van Tiel kembali membukukan cerita pengalamannya mendampingi buah hatinya yang pada saat usia 3 tahun didiagnosis Taal Ontwikkwling Stoornisme/TOS atau gangguan perkembangan bicara dan bahasa. Dalam Bahasa Inggris, keadaan ini dikenal sebagai Spesific Languange Impairment (SLI). Julia Maria menjelaskan perlunya keaktifan orang tua untuk mendampingi anak terlambat bicara melalui pemahaman SLI. Pemahaman SLI menuntut keaktifan orang tua memberikan  intervensi bahasa kepada anak berupa stimulasi .

Selain karena buku ini juga masih terbilang baru (oktober 2016), buku ini untuk melengkapi tulisan Julia Maria dari buku-buku sebelumnya yang berkonsentrasi pada anak Gifted terlambat bicara.  Buku ini memang bercerita banyak tentang pengalaman Maria Julia mendampingi anaknya, namun yang dipaparkan disini juga menggunakan banyak referensi ilmiah. Harapannya, buku ini menjadi referensi penting dan  membantu peran orang tua dalam mendampingi buah hati yang gifted terlambat bicara.

 

Judul                                     : Anakku Gifted Terlambat Bicara : Masalah& Intervensi Bahasa     Pada Anak Gifted Plus SLI

Penulis                                 : Julia Maria van Tiel

Penerbit                              : PRENADA

Percetakan                         : PT Fajar Interpratama Mandiri

Hal                                         : x+196