Diposkan pada novel, Woman and The Book

Esterlita Damayanti : “Aku Yang Dulu,Aku Yang Sekarang, dan Aku Yang Akan Datang adalah..”

“Ini adalah novel baru di bulan Januari tahun ini,” tutur  Ester sambil menunjukkan sebuah buku tebal yang sampulnya tergambar seorang pelajar Sekolah Dasar. Disitu ada sebuah tulisan mencolok berwarna merah “ Darah Muda”.

Pada awalnya, Ester  mengira bahwa judulnya itu menggambarkan sosok yang masih muda, labil,mudah marah, dan emosinya sensitif. Ternyata, dugaanya lebih banyak  meleset. Novel karya Dwi Cipta ini, mengisahkan seorang “Aku” sebelum ia lahir, setelah lahir , dilanjutkan dengan masa-masa berikutnya pada perkuliahan.

“Aku” menjadi sosok sentral bahkan cenderung mirip sebagai otobiografi penulis novel  ini. “ Sejarah kehidupan ditulis dengan mengaitkan berbagai kondisi sosial orang-orang  yang terkait dengan si “Aku” mulai dari orang tua, teman dekat, saingan, hingga gebetan,” kata gadis penyuka warna ungu ini.

Ester mengingatkan, bahwa para pembaca novel ini jangan berharap menemukan sebuah kasus yang kemudian membawa  ke sebuah fase klimaks penyelesaiannya. Tidak! Disini , kisah-kisah yang terangkum dalam novel ini beralur maju. Pembaca akan menemukan letupan-letupan  kecil  emosi si “Aku” saat menemukan masalah, mencari jalan keluar, tidak mendapat dukungan dll dan semuanya mengalir begitu saja. Si “Aku” berproses terus menerus ke waktu mendatang.

“ Nah, disini kekuatan novel ini,” tegas Ester yang selalu menyukai Pulau Bali untuk menjadi destinasi wisatanya. Menurut Ester, novel ini menuliskan tentang kejadian-kejadian yang sebenarnya dekat dengan  kehidupan kita, bahkan beberapa kasusnya akan sama dengan kisah hidup pembacanya.

“Aku” menjadi sosok sentral bahkan cenderung mirip sebagai autobiografi penulis novel ini. “ Sejarah kehidupan ditulis dengan mengaitkan berbagai kondisi sosial orang-orang yang terkait dengan si “Aku” mulai dari orang tua, teman dekat, saingan, hingga gebetan,
“Aku” menjadi sosok sentral bahkan cenderung mirip sebagai autobiografi penulis novel ini. “ Sejarah kehidupan ditulis dengan mengaitkan berbagai kondisi sosial orang-orang yang terkait dengan si “Aku” mulai dari orang tua, teman dekat, saingan, hingga gebetan. (Ester,2018)

Khususnya bagi para pembaca yang pernah merasakan saat remaja hingga mahasiswa pada tahun 90-an  tidak usah mengerutkan kening untuk memahami apa yang ditulis Dwi Cipta ini. Sedang  bila pembaca usia yang lebih muda, mungkin akan begitu merasa agak “aneh” karena sentuhan teknologi  komunikasi kurang terekspos.

Saat ditanya, kira-kira makna Darah Muda pada judul novel terbitan Literasi Press ini , Ester menuturkan bahwa  “Darah Muda” menggambarkan prosesnya seorang “Aku” mulai dari masa Dulu, Sekarang, dan Akan Datang. Darah Muda selalu bergerak maju  untuk mencari  penggenapan mimpinya.

“ Tapi lebih tepat, kita tanya ke penulisnya  saja.hehe,” usul Ester sambil tertawa manis

dwi cipta
Dwi Cipta

Judul                                     : Darah Muda

Penulis                                 : Dwi Cipta

Jumlah Halaman              : x+386

Cetakan                               : pertama, Januari 2018

Penerbit                              : Litersi Press     

Iklan

Noviantika Widyayanti :”Membuat Gagasan Kita Melekat Lebih Penting Dari …..”

photo by @pipititadhitya

Saat ditanya mengapa membaca buku ini, Noviantika Widyayanti mengatakan bahwa pada awalanya ia tertarik dengan judulnya. Sepanjang pengalamannya memilih dan membaca  buku, judul ini (Made To Stick : Strategi Agar Gagasan Kita Melekat di Benak Orang Lain) memberikan penawaran pengetahuan yang berguna apapun profesi kita,

Alumnus Jurusan Pariwisata sebuah Perguruan Tinggi Negeri ini, lebih lanjut, mengatakan bahwa  menyatakan sebuah gagasan hampir setiap orang mampu, namun membuat gagasan yang melekat membutuhkan pengetahuan dan praktik yang terus menerus.

novi2
“ Saya menyukai buku yang tulisannya lahir dari sebuah penelitian..” @noviantika_w

“ Disinilah kekuatan buku ini bagi kita,”katanya.

Buku ini muncul dari serangkaian penelitian bertahun-tahun oleh Chip Heath & Dan Heath. Mereka tertarik dengan berbagai gagasan yang beredar di masyarakat. Mereka mengumpulkan berbagai cerita rakyat, naskah pidato, naskah kampanye dll.

Penelitian mereka melibatkan banyak orang sebagai obyek yang digunakan mencari sebuah pengetahuan baru tentang hal apa yang membuat orang-orang tersebut mengingat sebuah gagasan. Usaha keras ini dilakukan  oleh Chip Heat & Dan Heat untuk mengetahui mengapa sebuah gagasan bisa melekat sedangkan gagasan yang lain tidak.

“ Saya menyukai buku yang tulisannya  lahir dari sebuah penelitian, karena umumnya menghasilkan pengetahuan yang bisa diaplikasikan,” kata Novi lagi. Perempuan yang juga penyanyi dangdut di Yogyakarta ini, berpendapat bahwa buku ini sangat dibutuhkan oleh banyak profesi, terlebih yang sering berinteraksi dengan orang banyak.

Lebih lanjut Novi berpendapat bahwa  buku ini mengingatkan kepada orang-orang yang terbiasa presentasi dengan menekankan pada sekumpulan data. Sekumpulan data  yang mereka sampaikan akan terasa sia-sia atau tidak optimal bila mereka tidak bisa menyampaikan sebuah gagasan yang  melekat kepada pembaca.

Trus , apa resepnya agar gagasan kita menjadi melekat?

Menurut Novi, salah satu resep dari buku ini yang ia sukai adalah  adalah “Kesederhanaan”. Sebuah gagasan yang sederhana mampu menyentuh sisi logika dan perasaan para pendengar, penonton ataupun pembaca. “Membuat gagasan yang sederhana tidaklah mudah, namun bila kita mampu membuat gagasan yang sederhana, maka akan memudahkan  kita dalam banyak hal”.

IMG-20171221-WA0016

Judul Buku          :

Made To Stick : Strategi Agar Gagasan Kita Melekat di Benak Orang Lain

Penulis                 :

Chip Heath & Dan Heath

Penerbit              :

PT Gramedia Pustaka Utama

Halaman              :

ix + 417

  Lanjutkan membaca “Noviantika Widyayanti :”Membuat Gagasan Kita Melekat Lebih Penting Dari …..””