Diposkan pada manajemen, Woman and The Book

Dian Husna : “Yakin Punya Good Strategy…..?””

 

compress
photo by @dwianggisiregar

Salah satu perusahaan jasa seni grafis menuliskan rangkaian kalimat  yang dilabeli “Strategi Utama Kami” :

STRATEGI UTAMA KAMI
Kami akan menjadi perusahaan jasa seni grafis pilihan
Kami akan memuaskan konsumen dengan solusi unik dan kreatif untuk masalah mereka
Kami akan menambah omset setidaknya 20% setiap tahun
Kami akan menjaga margin keuntungan setidaknya 20%
Kami akan memiliki komitmen.Sasaran perusahaan adalah komitmen yang kami jaga bersama
Kami akan memelihara lingkungan kerja yang jujur dan terbuka
Kami akan bekerja untuk mendukung masyarakat  (halaman 51-52)

 

“Pada awalnya, saya menganggap tulisan tersebut menggambarkan tentang strategi. Namun setelah membaca buku ini, saya tidak berpikir seperti itu lagi. Saya pikir itu adalah ambisi” kata Dian Husna sambil membuka-buka halaman buku yang berjudul Good Strategy/Bad Strategy.

Menurut perempuan manis berjilbab ini, strategi bukanlah kumpulan dari visi dan misi, jargon motivasi atau keinginan besar yang dikeluarkan oleh sebuah lembaga baik politik, sosial ataupun bisnis. Strategi merupakan respon terhadap sebuah masalah dengan cara menghitung secara teliti bagaimana sebuah lembaga tadi mencapai tujuannya.

Ratih : “Crowdsourcing itu harus smart..”

Saat ditanya tentang isi buku ini, Dian Husna mengatakan bahwa buku ini mengupas tentang Good Strategy dan Bad Strategy. Richard P Rumelt penulis buku ini, menurutnya, telah mengidentifikasi tentang unsur –unsur yang masuk kedalam Good Strategy yakni diagnosis, kebijakan penuntun dan tindakan koheren.

dian husna
Good Strategy Bad Strategy

Rumelt pun mengemukakan bahwa Bad Strategy bisa tumbuh dari kesalahpahaman yang spesifik dan kepemimpinan yang tidak berfungsi. Rumelt mengumpulkan banyak kasus dan kemudian mengidentifikasi tanda-tanda Bad Strategy yakni omong kosong, kegagalan untuk menghadapi tantangan, salah mengartikan tujuan, dan sasaran strategis yang buruk. Kegagalan mengidentifikasi strategi yang buruk, akan menuntun kepada kegagalan pencapaian target ataupun perbaikan kondisi .

“Inilah peran buku ini bagi banyak profesi mulai dari birokrat, militer, pebisnis maupun ilmuwan. Bukan saja menginformasikan bagaimana kita mengidentifikasi Bad Strategy, namun juga memberi tuntunan bagaimana membuat Good Strategy. Ditambah karena buku ini  memuat  banyak kasus  mulai dari yang termasuk Good Strategy maupun Bad Strategy sehingga memperkaya pemahaman,” kata perempuan berzodiak sagittarius ini.

Processed with VSCO with hb1 preset
@dionhusno

 

Judul Buku                  : Good Strategy Bad Strategy
                                         Strategi Baik dan Buruk dalam Bisnis
Penulis                         : Richard P Rumelt
Penerbit                      : Kepustakaan Populer Gramedia
Halaman                     : XVI + 343
Cetakan                       : Desember 2017

 

 

 

Diposkan pada hukum,ekonomi, Profesi, Woman and The Book

Maulitina Asepti Budi Rahayu : “ Enam Prinsip Ini Akan Membantu Sebuah Informasi Menjadi Viral..”

instagram : @aseptibr
@aseptibr

Chip Heath and Dan Heat telah menuliskan sebuah buku yang menjadi best seller yakni Match to Stick. Mereka mengangkat sebuah penemuan yang berasal dari berbagai penelitian mereka tentang bagaimana membuat gagasan itu melekat di benak orang. Tidak lama, Jonah  Berger mempertajam apa yang telah menjadi temuan Chip Heat dan Dan Heat. “Sebuah informasi yang melekat namun tidak menjadi getok tular atau mewabah (Contagious), tidak akan menjadi informasi yang kuat”, kata Maulitia Asepti Budi Rahayu, lulusan Jurusan Komunikasi sebuah Universitas Swasta di Yogyakarta ini.

Bagi perempuan berbintang virgo ini, informasi yang kuat akan mampu membuat orang berbincang dan menyebarkan ke orang lainnya baik melalui perbincangan online maupun offlline. Dari penelitian yang dilakukan oleh  Jonah Berger ada kabar baik  bagi semua pihak mulai dari poitisi, penulis naskah, komendian, pebisnis bahwa untuk menjadikan informasi yang mereka sampaikan menjadi mewabah atau viral, itu bisa d i c i p t a k a n .

Jonah Berger dalam bukunya berjudul Contagious merekomendasikan 6 prinsip yakni Mata Uang Sosial, Pemicu,Emosi, Umum, Nilai Praktis dan  Cerita . Dengan bersandar pada 6 prinsip ini, informasi yang disampaikan kemungkinan besar akan mewabah atau viral.

Untuk menyampaikan tentang 6 prinsip ini Jonah Berger mempermudah pembaca buku untuk memahaminya dengan cara menyediakan banyak cerita yang memang telah ditelitinya. “ Saya menyukai cerita dari sebuah perusahaan Blendtec yang memilliki strategi kreatif membuat produk mereka diperbincangkan,” kata Septi.

Singkatnya, manajer pemasaran Bendtec  George Wright berpikir keras bagaimana kehebatan blender produk mereka akan viral. Suatu saat, ia bereksperimen memasukkan kelereng dan bola golf dan lidi ke dalam blender. Kelereng adalah barang pertama yang ia uji coba. Bersama Tom Dickson, pimpinan Blendtec, mereka memasukkan kelereng ke dalam blender, mengaktifkan blender, menunggu beberapa saat setelah blender di non aktifkan, dan menemukan kenyataan bahwa kelereng mereka telah berubah menjadi serbuk.

IMG-20180131-WA0004

“Sebuah informasi yang melekat namun tidak menjadi getok tular atau mewabah (Contagious), tidak akan menjadi informasi yang kuat”.(Septi, 2018)

Noviantika Widyayanti :”Membuat Gagasan Kita Melekat Lebih Penting Dari …..”

Rasa takjub Tom dan George pasca membuka tutup blender  adalah sama dengan jutaan para penonton video uji coba itu di Youtube yang diberi judul Will It Blend?. Takjub.

Kehebatan Blendtec menjadi pembicaraan. Banyak pemirsa yang ikut berpikir bagaimana kalau selain kelereng dan  bola golf yang dimasukkan ke dalam blender itu. Tentu saja ini adalah partisipasi yang bagus bagi pengembangan brand awareness Bendtec dan pada akhirnya mendongkrak penjualan Bendtec. Ini salah satu cerita sukses yang hanya bermodal tak lebih dari 50 dollar.

Septi mengakui bahwa ia menyukai buku yang isinya berdasar dari riset. Baginya, informasi yang ditampilkan akan valid. Ia meyakini bahwa isi buku ini akan membantu siapa saja yang ingin informasinya menjadi viral. “ Siapapun. Politisi hingga pebisnis. Mereka pasti membutuhkan informasi seperti yang Jonah Berger tulis ,” katanya yakin.

“ Oh ya, satu lagi keunggulan buku ini. Terjemahannya juga bagus!”, katanya sambil tertawa.

Judul                    : Contagious

                               Rahasia Di Balik Produk Dan Gagasan Populer

Penulis                 : Jonah Berger

Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama

Halaman             : IX + 297