Patricia Kalis Jati : “ Jangan berharap kita mendapat cara memberantas korupsi….”

Sebuah buku tebal (664 halaman lebih) terlentang di depan seorang perempuan berambut panjang. Nama perempuan itu Patricia Kalis Jati. Buku itu termasuk terbitan baru dari sebuah penerbit terkenal. Sekilas terpampang judul itu yakni Korupsi  Melacak Arti, Menyimak Implikasi. Bagi sebagian orang, judul itu terasa berat. “ Iya , memang berat bacaannya sih. ..,” katanya.

Patricia mengakui bahwa ia belum selesai membaca buku tulisan             B Herry Priyono ini. Diantara kesibukannya sebagai mahasiswi semester akhir dan  asisten dosen jurusan akuntansi di sebuah perguruan tinggi swasta terkenal di Yogyakarta ini, ia memerlukan waktu senggang untuk membaca halaman per halamannya.

Ia memang tertarik  dengan topik korupsi karena pada kesehariannya di kampus, ia juga membahas tentang korupsi, misal pada kuliah tentang sistem informasi akuntansi. Ia mempelajari tindakan-tindakan orang yang terindikasi koruptif melalui triangle fraud.Saya hanya mencoba menambah  pengetahuan baru tentang korupsi,” kata Patricia sambil tersenyum.

Menurut Patricia,lahirnya buku ini tergugah dari pengalaman penulis saat mendapati pertanyaan “Apa itu korupsi?. Ternyata susah untuk memberi jawaban. Singkatnya,pada akhirnya si penulis merasa bahwa ada referensi konseptual  yang masih kosong mengenai definisi tentang korupsi. Untuk itulah, ia tergerak mencari dan menyusun literatur agar menjadidasar pendekatan menjawab pertanyaan tadi.

Jika dilihat dari daftar isinya, memang penulis  fokus pada hal definisi. Ia melacak banyak pemikiran mulai dari zaman sebelum modernitas hingga zaman kontemporer. Banyak nama pemikir populer disebut pada halaman tersebut seperti Thomas Hobbes, Adam Smith, Max Weber dll. Ini menunjukkan bahwa penulis  merasa pentingnya menelusuri pemikiran masa lalu sebagai jejak-jejak yang harus diurut.  Bukan saja pemikiran tokoh, namun juga harus ditelusuri konteks zaman saat pemikir tersebut hidup. “ Ini berarti studi korupsi tidak hanya berkutat pada sisi filsafat saja namun   harus melibatkan studi-studi lainnya seperti sosial politik,” ujar Patricia.

Memang benar yang disampaikan Patricia. Pada bab ke 6, B Herry Priyono menuliskan tentang keragaman pendekatan dalam ilmu sosial dalam studi korupsi seperti ekonomi, antropologi,krimonologi, teori sistem( sosilogi) dll. Pendekatan-pendekatan ini memang memperkaya informasi. Namun pada buku ini , keragaman pendekatan ini tetaplah konsisten dalam bingkai untuk melacak pertanyaan besar tadi yakni “Apa itu korupsi?”. “ Jangan berharap kita mendapat cara memberantas korupsi dari buku ini,” jelas Patricia.

Patricia mengagumi banyaknya literatur yang mendukung buku ini. Selain itu, ia juga menyoroti tata bahasa yang mudah dimengerti. Ia yakin, akan mempermudah pembaca menghabiskan halaman-demi halaman. Saat ditanya, apakah ia berkeinginan membuat buku seperti ini yang berbasis penelitian, Patricia menjawab ada impian itu namun bukan waktu dekat ini. “ Saya sedang penelitian untuk menyelesaikan skripsi !”, sahutnya.

Wish you luck,Patricia !

Judul Buku : Korupsi Melacak Arti, Menyimak Implikasi

Penulis           : B Herry Priyono 

Penerbit         : PT Gramedia Pustaka Utama, 2018

Iklan

One Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s