Dyah Puspita NP : “ ..jatuh cinta dan patah hati di saat yang bersamaan.”

  Bukan kebetulan jika perempuan cantik satu ini, Dyah Puspita NP,  memang gemar tentang puisi dan foto. Baginya, puisi dan foto adalah ungkapan sebuah ekspresi yang dalam dan jujur. “Tidak khawatir akan dicap apa-apa. Begitulah adanya,” katanya sambil membuka-buka sebuah buku yang telah berulang kali ia baca. Buku yang covernya dominan warna hitam dan putihLanjutkan membaca “Dyah Puspita NP : “ ..jatuh cinta dan patah hati di saat yang bersamaan.””

Melisa Febriana Panjaitan : “ Aku …nggak bosenin..”

Dunia perbukuan dan literasi bukanlah hal asing bagi Melisa Febriani Panjaitan. Sejak dari kecil, ia sudah suka membaca buku. Di waktu  SMP, Melisa  sudah terbiasa menulis. Lulus kuliah ,jejak literasinya sudah terekam melalui karya-karyanya   yakni  Panilaran dan Bagong.  Dua karya itu adalah novel yang sudah diterbitkan dengan nama penulis Odilia Melisa. Bahkan, Panilaran telah difilmkan. PerempuanLanjutkan membaca “Melisa Febriana Panjaitan : “ Aku …nggak bosenin..””

Ellisabeth Devi Renayan: ”  ..Itu Romantis…”

  Membaca sebuah buku yang berisi tentang puisi, tidak semua orang terbiasa. Karena puisi itu urusan hati, maka perlu adanya tarikan yang menyentuh. “ Contohnya ya suasana hati,” kata Ellisabeth Devi Renayan yang akrab disebut Ellisa. Menurutnya, salah satu bentuk suasana hati yakni  saat sedang galau. Puisi  bisa menjadi teman yang mewakili suasana hati. “Lanjutkan membaca “Ellisabeth Devi Renayan: ”  ..Itu Romantis…””