Diposkan pada Anak, keluarga, Woman and The Book

Lusi : “Membuatkan menu yang disukai anak itu, menyenangkan!”

img-20170220-wa0012Ditemui saat bersantai di tempat kerjanya, Lusi Sariningtyas sedang menyimak sebuah buku yang  tampaknya menarik minatnya. Saat didekati, ternyata buku yang dibacanya  tentang 50 resep sajian enak isi buah. “ Anakku kurang suka buah yang polos,” ceritanya. Ia kebingungan bagaimana membuat sang buah hati mau mengkonsumsi banyak buah karena ia tahu bahwa buah sangat dibutuhkan tubuh. Buah memiliki kandungan  vitamin dan mineral yang baik, serta antioksidan yang mampu menghindarkan dari  berbagai penyakit

Perempuan berbintang Leo ini mengatakan bahwa anaknya akan mau  makan buah bila sudah dicampur dengan bahan yang lain,sehingga Lusi butuh referensi tambahan untuk menyajikan menu berbahan dasar buah.

“ Buku ini memberi referensi yang banyak,” katanya lagi sambil membuka-buka halaman buku yang berjudul Anak Sehat Gemar Makan Buah, tulisan dari Tuti Soenardi. Menurut Lusi, gambar primg-20170220-wa0006oduk yang jelas memudahkan ia mendapat gambaran apakah bentuk hasil jadinya akan disukai anaknya atau tidak.”Selain rasa, tekstur nya juga harus bagus sehingga anakku akan suka,” jelasnya.

Saat sampai pada halaman 94, tangannya berhenti membuka halaman. Ia mengamati gambar pada halaman itu. “ Sepertinya ini bisa nih, buat di weekend” katanya lagi dengan ceria. Ternyata yang ia tuju adalah menu pudding cokelat cocktail buah. Tekstur pudding cokelat tampaknya menarik dan ia yakin anaknya akan menyukainya. Sambil tersenyum, ia berkata ,” Membuatkan menu yang disukai anak itu,menyenangkan!”

Owww, ibu yang baik.

 

img-20170220-wa0015

Judul Buku                          : 50 Resep Ssajian Enak Isi Buah

                                                  Anak Sehat Gemar Makan Buah

Penulis                                 : Tuti Soenardi

Penerbit                              : PT Gramedia Pustaka Utama

Diposkan pada novel, Woman and The Book

Dipta :” Ini Cerita Pramoedya Tentang Perempuan…”

fullsizerender1Pramoedya Ananta Toer adalah  salah satu penulis terkenal di Indonesia.Semasa hidupnya, Pramoedya telah menghasilkan karya yang monumental.  Karya-karya  tulisannya telah  diakui hingga manca Negara melalui penterjemahan ke berbagai bahasa. Beberapa bukunya lahir dari kisah pengalamannya hidup sebagai tahanan di pulau buru. Oleh karena itu, aroma sejarah sangat kental saat kita membaca buku-bukunya.

“ Sebenarnya saya tidak terlalu suka sejarah seperti yang diajarkan di sekolah, namun jika dihadirkan dalam wujud novel, saya suka membacanya,” kata Dipta disela-sela menyelesaikan bab terakhir buku yang berjudul Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer.

“ Buku ini berisi tentang kumpulan surat-surat Pramoedya ketika masih berada di Pulau Buru bersama teman-teman seperjuangannya,” kata gadis pemilik nama lengkap Christina Liapradipta. Menurut Dipta, Pramoedya menghidupkan kembali sebuah tuturan peristiwa yang menimpa gadis-gadis lokal jawa yang terjebak sebuah janji-janji manis pada masa  penjajahan Jepang. Gadis-gadis  itu bukanlah berasal dari keluarga melarat. Mereka bahkan termasuk golongan berada dan terpelajar. Mereka masuk perangkap setelah terkena iming-iming mendapat pendidikan yang lebih baik.

Ternyata nasib mereka tidaklah seindah impian. Mereka tidak pernah sampai ke Tokyo dan Shonanto. Kapal yang mereka tumpangi berbelok arah seperti nasib mereka. Tentara Jepang menjadikan para perawan ini sebagai  budak seks. Mereka bertahan semampu mereka dalam kondisi yang nyaris tanpa perlindungan.Hidup mereka nyaris selalu tergantung kepada orang lain.

Ketika masa penjajahan Jepang telah lewat, kehidupan mereka nyaris lenyap. Beruntungfullsizerender2 Pramoedya masih bisa menemukan jejak-jejak  keberadaan dan cerita mereka.  Jalinan-jalinan cerita tentang kisah pilu, hancurnya rasa harga diri dan harapan-harapan yang masih tersisa dari para perempuan itu.

Cerita ini seperti membaca sejarah yang tidak ada di sekolahan.  “ Saya seperti menemukan sebuah cerita sejarah baru yang jarang diperbincangkan,”jelasnya.

Dipta menunjukkan sisi sampul belakang. Disana terdapat penggalan tulisan surat Pramoedya, yakni : kalian para perawan remaja telah aku susun surat ini untuk kalian bukan saja agar kalian tahu nasib buruk yang biasa menimpa para gadis seumur kalian, juga agar kalian juga punya perhatian kepada sejenis kalian yang mengalami kemalangan itu..Surat kepada kalian ini juga semacam pernyataan protes , sekalipun kejadiannya telah puluhan tahun lewat..

Pramoedya mengirim sebuah peringatan  bagi para perempuan bahwa nasib tokoh-tokoh dalam cerita itu  bisa menimpa mereka dalam bentuk yang berbeda. Peringatan ini juga merupakan rasa protes Pramoedya kepada siapapun yang tidak peduli tentang perempuan. Termasuk di waktu kini.

“Ini cerita Pramoedya tentang perempuan yang  ditujukan kepada kita baik untuk para perempuan dan laki-laki yang peduli tentang hal perempuan,” kata Dipta lagi.

 img_0720

 Judul Buku                         : Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer

Penulis                                 : Pramoedya Ananta Toer

Percetakan                         : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)

Halaman                              : ix + 248

Diposkan pada Profesi, Woman and The Book

Ratih : “Crowdsourcing itu harus smart..”

20170206_170226Pada zaman ini, istilah crowdsourcing sudah dikenal dimana-mana. Kata itu adalah istilah bagi tenaga lepas harian (freelancer) yang tersebar di seluruh dunia.  Mereka harus cermat,dan smart membantu keberhasilan sebuah proyek yang ditawarkan kepada mereka, dan uniknya, orang atau perusahaan yang memiliki proyek ini belum tentu pernah bertatap muka dengan para freelancer ini. Semuanya ini bisa terjadi  karena teknologi online sudah bisa memfasilitasi hal tersebut.

“ Crowdsourcing itu harus smart, karena biasanya proyek yang mereka bantu adalah proyek yang penting,” kata Diatri Nariratih yang  sehari-hari menangani proyek-proyek berbasis online di sebuah media cetak ini. Saat membuka-buka buku berjudul “Jadi Freelancer Kaya” di sebuah tempat yang biasa ia datangi ini, Ratih-nama panggilannya- mulai menikmati rentetan kata yang mengundang perhatiannya, yakni halaman isi. Baginya, buku ini berbobot. Tulisan yang ada di buku karangan Daniel G Pratidya ini bisa menjadi sebuah handbook atau pedoman bagi siapa saja yang akan memulai profesi sebagai freelancer online.

Disini, Daniel G Praditya menuliskan pentingnya mengetahui motivasi diri dan kebutuhan persiapan diri bila siap terjun ke dunia ini. Daniel juga menuliskan informasi penting bagaimana menyusun sebuah proposal agar memuluskan jalan mendapatkan order.

20170206_1701521“Ini informasi bagus,tentang tips membuat perhitungan harga penawaran dan waktu kerja,” kata Ratih sambil menunjuk halaman 129. Dihalaman seterusnya, Daniel menuliskan tentang tips penting lainnya. Diantaranya adalah cara mempertahankan pelanggan alias pihak pemberi order. Para freelancer juga harus tahu bagaimana hendaknya bersikap agar hubungan dengan pelanggan dapat terjaga dan menimbulkan order selanjutnya.

Saat ditanya apa dia akan menjadi seorang freelancer, perempuan yang pernah belajar tari jawa ini tersenyum dan menjawab diplomatis,” Bila membaca buku ini maka untuk menjadi seorang freelancer  profesional perlu persiapan ketrampilan dan mental. Saya perlu persiapan untuk itu. Ini pekerjaan menarik”.

20170207_094531

 Judul Buku                         : Jadi Freelancer Kaya            

Penulis                                 : Daniel G Pratidya

Penerbit                              : Visimedia

Halaman                              : xviii + 206