Diposkan pada pameran buku

Buku Buku “Unik” di Kampung Buku Jogja #5

Bagi para pecinta buku khususnya di Yogyakarta, mungkin sudah berkunjung ke pameran ini yakni Kampung Buku Jogja #5. Bertempat di Pusat Kebudayaan Koesnadi  Hardjasoemantri  (PKKH) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, pameran ini digelar dari tanggal 1 – 5 September 2019. Tidak susah untuk mencari lokasi ini. PKKH berada di sisi selatan Grha Sabha Pramana.

Di suatu lorongnya, pengunjung sudah diperlihatkan media cetak semacam koran atau buletin dimasa lalu. Ejaan-ejaan lama terpampang jelas pada koran atau buletin tersebut berbahasa Indonesia, Inggris dan  mungkin Belanda. Tidak begitu  susah untuk memahaminya khususnya berbahasa Indonesia.  Hal yang mungkin membuat “merinding” adalah isinya. Pengunjung seperti disuguhkan dengan sebuah sejarah bahwa media tersebut pernah ada dan menjadi bagian sejarah masa lalu bangsa kita. Bagi pengunjung yang tertarik dengan media-media lama tersebut, mungkin akan berhenti dan memperhatikan dengan lebih seksama. Bagi resensibukupilihan.com , ini salah satu spot menarik di pameran  ini.

Masuk ke dalam, berjajar “lapak” yang dipenuhi buku-buku “ unik”. Mengapa unik?  Buku-buku itu umumnya buku-buku lawas.  Namun bagi para pembaca buku khususnya peminat sejarah dan sosial politik, buku-buku itu pastilah menarik.  Secara fisik memang lawas, namun secara ide belum tentu ketinggalan zaman dan masih bisa dinikmati saat ini melalui perbincangan ringan ataupun diskusi formal.

Saat resensibukupilihan.com berkunjung, saat itu sedang ada diskusi. Walau tidak mengikuti dari awal, resensibukupilihan.com  menangkap isi diskusi itu kira-kira bertema tentang pers.  Suasana diskusi terkesan interaktif saat pemateri dan peserta diskusi terlibat aktif berkomentar.  Ini menandakan diskusi tersebut memiliki daya tarik  dan hidup.

Jika disimak dari jadwal acaranya, Kampung Buku Jogja #5 memang bukan sekedar pameran buku. Terdapat serangkaian acara yang sudah tersusun seperti mimbar bebas puisi, pertunjukan lagu dll. Ini seperti sengaja memberikan kesenangan bukan saja pada penggemar buku, namun kepada peminat-peminat diskusi dan seni. Lengkap dan menarik.

Harapannya, kegiatan serupa bisa diadakan lagi dan lebih menarik karena peminat buku di Yogyakarta ini sudah terkenal antusiasnya .. Semoga.   

Diposkan pada pameran buku, Tak Berkategori

“Silakan baca disini..!”

“Buku yang bagus adalah buku yang sudah dibaca”.

Begitulah salah satu kalimat yang mengingatkan kita untuk tidak php-in buku. Apalagi, buku yang pernah kita beli namun masih tergeletak bersih nan manis di rak buku. Jarang tersentuh. Buku yang telah kita miliki, wajiblah dibaca. Setidaknya kita pernah membacanya hingga habis.

Kalimat ini juga secara tidak langsung mengundang siapa saja yang lewat di salah satu sisi jalan Suroto Yogyakarta (samping Perpustakaan Kota Yogyakarta),untuk mampir dan membaca. Di samping loker ini, terdapat kursi cantik yang panjang. Cukup nyaman untuk duduk dan membuka-buka buku dan majalah yang tersedia.

Nama loker ini adalah POCAHONTAS (Pojok Baca Dibawah Pohon Trotoar Suroto) yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta.

Ini program bagus. Tak ada salahnya jika melewati jalan Suroto mampir ke tempat ini.

Diposkan pada Tak Berkategori

Tribun Jogja Ulang Tahun ke-8, Selamat!


Hari ini, sebuah koran yang ada di Yogyakarta, Tribun Jogja merayakan ulang tahun nya yang ke-8.  Sejak pagi hari tampak kesibukan di kantor mereka yang berada di jalan Sudirman . Silih berganti, relasi media informasi yang lahir pada tanggal 11 April 2011 ini berdatangan dan mengucapkan selamat.  Pada awalnya, media informasi ini hanyalah koran saja. Namun di tahun selanjutnya, manajemen mulai serius menggarap konten online mereka yakni www.tribunjogja.com.  Disusul dengan penggarapan media sosial mereka.

Ada 1 hal yang menarik  dari ulang tahun koran semacam ini. Koran yang pada umumnya  diprediksi semakin  ditinggal pembaca karena beralih ke  online  ternyata masih eksis.  Ini sepertinya menujukkan bahwa segmen pembaca koran masih ada walau dengan berbagai alasan masing-masing.


Salah satu alasannya, menurut resensibukupilihan.com, yakni koran menampilkan berbagai rubrik yang disukai pembaca dan tidak atau belum bisa digantikan oleh media online, seperti cerpen,cerbung, puisi, citizen journalism dll.  Pembaca bisa mengirimkan karyanya. Namun, biasanya, hanya yang telah terseleksi oleh redaksi yang akan muncul di koran. Ini tentu saja bisa bermakna bahwa yang berkualitas baguslah yang menjadi sajian bagi pembaca koran itu.

Tentu saja masih bisa diketemukan alasan-alasan lain mengapa koran masih eksis.  Apapun itu, selama  koran bisa menyediakan informasi yang dibutuhkan masyarakat, pastilah keberadaannya dinanti oleh masyarakat pula.