Sedang Tidak Membaca Buku, ..tapi DL (2)

Menyimak lebih lanjut, Djaka Lodang (DL) memiliki keunikan pada salah satu rubriknya yakni Jagading Lelembut. Rubrik ini diisi oleh pengalaman seseorang yang bersifat mistis. Lingkup waktu kisah  yang tertulis disitu bisa waktu yang cukup lampau, ataupun  belum lama. Namun  hal itu tidak mempengaruhi  daya tarik kisah yang diangkat  

Editor DL sepertinya memang telah mengenal karakter pembaca DL . Ia juga mumpuni mengolah kiriman penulis yang kemungkinan besar adalah penggemar DL menjadi tulisan yang memilki daya tarik bagi pembaca agar sampai ke kalimat terakhir.  Ditambah lagi, ilustrasi yang berwarna hitam putih seperti goresan-goresan pensil gambar semakin menguatkan kesan mistis  pada  kisah  yang diangkat.Kombinasi antara cerita yang diangkat dan ilustrasi khas DL menjadikan rubrik ini sepertinya favorit bagi pembaca DL.

Kekuatan lainnya pada rubrik ini dalam memancing pembaca adalah pemilihan judulnya. Seperti pada terbitan terbaru yakni 11 April 2020 yang berjudul Jagading Lelembut Ingon-ingone Bapak. Judul ini memiliki arti kira-kira terjemahan bebasnya adalah piaran milik bapak. Dalam bahasa jawa, kata ingon-ingone  terasa lebih  memiliki penekanan kuat  dibanding saat  diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.  Bagi pembaca DL, judul ini sudah menghantarkan sebuah gambaran umum tentang cerita tersebut.Secara umum, kisah ini menceritakan tentang  kunjungan sebuah keluarga ke orang tua mereka. Sesampai disana, salah satu anak  dan sang ayah melihat sosok mengerikan . Ternyata itu adalah sosok piarannya sang kakek. Nah, daya  tarik setelah membaca judul yakni keingintahuan pembaca untuk tahu isi yang lebih detil. Ini hanya bisa diketahui setelah rubrik ini ini selesai dibaca.

Salah satu cara melihat apakah rubrik Jagading Lelembut ini merupakan salah satu produk unggulan DL adalah dengan melihat sampul pada majalah ini.  Judul rubrik Jagading Lelembut  yang tayang pada edisi yang terbit dituliskan pada sampul secara jelas namun menggunakan desain huruf yang tampaknya mendukung suasana cerita-cerita mistis.  Kepentingan menuliskan judul tersebut jelas sudah diperhitungkan DL bahwa rubrik ini memiliki basis penggemar dan harapannya bisa memikat penggemar baru saat  melihat majalah ini.

Menggunakan bahasa jawa untuk menikmati kisah horor, jelas sesuatu yang para pengguna bahasa jawa belum semuanya bisa menikmati. Perlu membiasakan diri hingga mereka akan menemukan sensasi . Bahasa jawa yang mereka gunakan sebagai bahasa lisan, akhirnya bisa digunakan untuk menikmati sastra tertulis seperti yang tertuang dalam DL. Ingin merasakan cerita horor dalam bahasa jawa? DL sudah menyediakan bagi pembaca.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s