Diposkan pada Tak Berkategori

Ingin naskahmu diterbitkan menjadi buku di UGM Press?

I

Berapa banyak buku yang  sudah kita baca?

Puluhan?

Ratusan ?

Intinya, kita menikmati karya orang lain. Nah, bagaimana jika sesekali kita menjadi penulis buku?

Tentu masih terbuka peluang untuk menjadi penulis buku. Bagaimana caranya?  Kita bisa memproduksi buku dan mempromosikan sendiri buku kita, atau kita bisa mengirimkan ke penerbit.

Salah satu cara membuat naskah kita menjadi buku adalah dengan mengirimkan naskah kita ke penerbit. Untuk lebih membuka kesempatan naskah kita diterima oleh penerbit yakni perlunya diketahui kriteria-kriteria yang dimiliki masing-masing penerbit.

Berikut, adalah kriteria umum naskah yang berlaku di UGM Press, sebuah penerbitan yang telah dikenal bukan saja di Jogja melainkan di berbagai daerah di Indonesia.

(Sumber : Panduan Menerbitkan buku di UGM Press)

JENIS-JENIS NASKAH SESUAI TEMA

Berikut jenis-jenis naskah yang diterima di UGM Press.

1.             Naskah Sains dan Teknologi

Naskah sains dan teknologi mencakup beberapa bidang keilmuan, seperti teknik dengan berbagai subbidang, teknologi informasi, geografi, biologi, matematika, dan ilmu alam dengan berbagai cabang ilmunya.

2.             Naskah Sosial dan Humaniora

Naskah sosial berhubungan dengan bidang ilmu yang menyangkut kehidupan masyarakat, seperti sosiologi, komunikasi, politik, hukum, ekonomi, dan psikologi. Sementara itu, naskah humaniora berhubungan dengan bidang ilmu yang menyangkut ciptaan manusia dan hal-hal yang diperhatikannya, seperti antropologi, arkeologi, bahasa, sastra, filsafat, seni, dan sejarah.

3.             Naskah Kesehatan dan Kedokteran

Naskah kesehatan dan kedokteran mencakup beberapa bidang ilmu, yakni kedokteran, kedokteran gigi, dan farmasi.

4.             Naskah Agro dan Fauna

Naskah agro dan fauna berhubungan dengan bidang ilmu yang menyangkut proses dan hasil pertanian serta hewan, seperti pertanian, teknologi pertanian, kehutanan, peternakan, dan kedokteran hewan.

Alur Penerbitan Naskah di UGM Press

a.  Tahap I: Review Naskah

1.             Penyerahan Naskah

Calon penulis menyerahkan draf naskah bukunya ke UGM Press dalam bentuk hardcopy maupun softcopy. Kemudian, UGM Press akan memberikan tanda terima sebagai bukti penerimaan naskah.

2.             Desk Screening

Staf editorial akan memeriksa naskah untuk menentukan apakah naskah tersebut dapat diteruskan ke reviewer untuk proses review isi (konten). Pemeriksaan awal meliputi pemenuhan syarat utama ketika menyerahkan naskah, yaitu jumlah halaman, syarat teknis penulisan naskah, sistematika naskah, juga kelengkapan naskah.

3.            Review Ahli

Staf editorial akan menunjuk seorang reviewer ahli yang memiliki kompetensi sama dengan objek kajian naskah. Staf editorial menghubungi reviewer tersebut, meminta kesediaannya untuk me-review. Jika sang reviewer bersedia, maka bagian editorial akan membuatkan surat pengantar permohonan review, dan mengantarkannya beserta naskahnya ke reviewer.

Adapun waktu untuk me-review adalah 1 bulan. Namun, dalam beberapa kasus, dikarenakan reviewer yang juga memiliki kesibukan, maka terkadang reviewer membutuhkan waktu sampai 2 bulan.

4.             Keputusan

Setelah proses review selesai, maka bagian editorial akan memutuskan apakah naskah tersebut dapat diterima untuk kemudian langsung diterbitkan oleh UGM Press, diterbitkan dengan revisi, atau ditolak. Keputusan diambil berdasarkan catatan dan masukan reviewer, juga dengan mempertimbangkan pendapat dari bagian pemasaran mengenai prospek pemasaran naskah tersebut.

Tentu saja masih ada syarat-syarat teknis yang diberlakukan oleh UGM Press. Untuk keterangan lebih lanjut, silakan kontak  Khusus Penerbitan Naskah : (+62) 822 2550 6115 (mobile/WA),  Email : gmupress@ugm.ac.id

Iklan
Diposkan pada hukum,ekonomi, Woman and The Book

Patricia Kalis Jati : “ Jangan berharap kita mendapat cara memberantas korupsi….”

Sebuah buku tebal (664 halaman lebih) terlentang di depan seorang perempuan berambut panjang. Nama perempuan itu Patricia Kalis Jati. Buku itu termasuk terbitan baru dari sebuah penerbit terkenal. Sekilas terpampang judul itu yakni Korupsi  Melacak Arti, Menyimak Implikasi. Bagi sebagian orang, judul itu terasa berat. “ Iya , memang berat bacaannya sih. ..,” katanya.

Patricia mengakui bahwa ia belum selesai membaca buku tulisan             B Herry Priyono ini. Diantara kesibukannya sebagai mahasiswi semester akhir dan  asisten dosen jurusan akuntansi di sebuah perguruan tinggi swasta terkenal di Yogyakarta ini, ia memerlukan waktu senggang untuk membaca halaman per halamannya.

Ia memang tertarik  dengan topik korupsi karena pada kesehariannya di kampus, ia juga membahas tentang korupsi, misal pada kuliah tentang sistem informasi akuntansi. Ia mempelajari tindakan-tindakan orang yang terindikasi koruptif melalui triangle fraud.Saya hanya mencoba menambah  pengetahuan baru tentang korupsi,” kata Patricia sambil tersenyum.

Menurut Patricia,lahirnya buku ini tergugah dari pengalaman penulis saat mendapati pertanyaan “Apa itu korupsi?. Ternyata susah untuk memberi jawaban. Singkatnya,pada akhirnya si penulis merasa bahwa ada referensi konseptual  yang masih kosong mengenai definisi tentang korupsi. Untuk itulah, ia tergerak mencari dan menyusun literatur agar menjadidasar pendekatan menjawab pertanyaan tadi.

Jika dilihat dari daftar isinya, memang penulis  fokus pada hal definisi. Ia melacak banyak pemikiran mulai dari zaman sebelum modernitas hingga zaman kontemporer. Banyak nama pemikir populer disebut pada halaman tersebut seperti Thomas Hobbes, Adam Smith, Max Weber dll. Ini menunjukkan bahwa penulis  merasa pentingnya menelusuri pemikiran masa lalu sebagai jejak-jejak yang harus diurut.  Bukan saja pemikiran tokoh, namun juga harus ditelusuri konteks zaman saat pemikir tersebut hidup. “ Ini berarti studi korupsi tidak hanya berkutat pada sisi filsafat saja namun   harus melibatkan studi-studi lainnya seperti sosial politik,” ujar Patricia.

Memang benar yang disampaikan Patricia. Pada bab ke 6, B Herry Priyono menuliskan tentang keragaman pendekatan dalam ilmu sosial dalam studi korupsi seperti ekonomi, antropologi,krimonologi, teori sistem( sosilogi) dll. Pendekatan-pendekatan ini memang memperkaya informasi. Namun pada buku ini , keragaman pendekatan ini tetaplah konsisten dalam bingkai untuk melacak pertanyaan besar tadi yakni “Apa itu korupsi?”. “ Jangan berharap kita mendapat cara memberantas korupsi dari buku ini,” jelas Patricia.

Patricia mengagumi banyaknya literatur yang mendukung buku ini. Selain itu, ia juga menyoroti tata bahasa yang mudah dimengerti. Ia yakin, akan mempermudah pembaca menghabiskan halaman-demi halaman. Saat ditanya, apakah ia berkeinginan membuat buku seperti ini yang berbasis penelitian, Patricia menjawab ada impian itu namun bukan waktu dekat ini. “ Saya sedang penelitian untuk menyelesaikan skripsi !”, sahutnya.

Wish you luck,Patricia !

Judul Buku : Korupsi Melacak Arti, Menyimak Implikasi

Penulis           : B Herry Priyono 

Penerbit         : PT Gramedia Pustaka Utama, 2018

Diposkan pada Anak, keluarga, Woman and The Book

Sularsih Condro Rini: “..Belajar matematika bareng anak itu memang enaknya sambil bermain ..”

@rorocondrokirono

Mendengar kata matematika kita akan teringat  berbagai respon dari orang per orang. Ada yang merasa takut, seram, biasa saja, atau bahkan senang.   Senang?

 Bagi sebagian orang akan mempertanyakan kata “senang” ini. “Bagaimana mungkin akan merasa senang, melihat itung-itungannya saja sudah pusing”, kalimat ini  bisa jadi mewakili pertanyaan mereka. Jika bidang matematika adalah ilmu yang netral,maka apa yang salah dengan matematika?

 Bisa jadi, salah satu penyebabnya yakni pengajarannya yang tidak menarik. Pelajaran matematika sebenarnya bukan saja dipelajari  saat di  sekolah. Saat dirumah pun bisa, dan orang tua lah yang menjadi guru bagi sang anak. Jadi, orang tua memiliki waktu yang berkualitas dengan sang anak, merawat kedekatan sekaligus menambah pengetahuan sang anak.

“Untuk bisa melakukan itu (mengajarkan matematika), orang tua membutuhkan referensi agar apa yang ia ajarkan memiliki tujuan jelas”
( Sularsih Condro Rini, 2018)

 “Untuk bisa melakukan itu, orang tua membutuhkan referensi agar apa yang ia ajarkan memiliki tujuan jelas,” kata Sularsih Condro Rini, mahasiswi Psikologi disebuah perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Menurut Condro, referensi adalah hal yang penting karena bisa memberi petunjuk tentang kiat-kiat dan batas-batas yang bisa orang tua ajarkan sesuai umur

Salah satu referensi bagus yang layak kita baca yakni Montessori  di Rumah: 55 Kegiatan Matematika. Buku yang ditulis oleh Elvin Lim Kusumo (Founder of IndonesiaMontessori.com) ini,  berisi kiat-kiat orang tua mendampingi sang anak berusia 3-8 tahun saat  mempelajari tentang matematika dengan menggunakan peralatan yang relatif  mudah didapat setiap harinya. “ Buku ini sangat aplikatif. Setiap kiat diberi gambar-gambar berwarna, jadi mempermudah kita memahaminya,”tambah perempuan berambut panjang ini.

Elvin Lim Kusumo  juga memberi gambaran kepada orang tua tentang tahap-tahap fase anak mulai dari usia di bawah 3 tahun, enam periode sensitif dan tabel perkembangan anak usia 6-7 tahun. Pada setiap halaman yang berisi kiat, Elvin Lim Kusumo menuliskan tip dan note yang memberi tuntunan bagaimana memaksimalkan kiat tadi saat dikerjakan.

Buku yang diterbitkan oleh Esensi (Erlangga Group) ini adalah lanjutan dari kesuksesan buku pertama yakni Montessori di Rumah: 55 Kegiatan Ketrampilan Hidup. Elvin Lim Kusumo menuliskan karyanya ini berdasar pengalaman yang ia miiki,kemudian ia kombinasikan dengan metode Montessori. Ia berharap bahwa buku ini memberi sumbangan informasi yang mempermudah pembaca untuk menyiapkan  dan menjelaskan konsep matematika kepada anak di sekolah dan rumah.

Saat ditanya kiat mana yang paling ia sukai, Condro menunjuk halaman 116. Pada halaman itu tertulis Mengenal Dasar Pecahan Menggunakan Pisang.  Tujuan langsung dari kegiatan ini adalah mengenalkan konsep dasar pecahan. Orang tua mendorong sang anak untuk merasakan sendiri menemukan bilangan pecahan. Tampak seperti bermain, namun bisa membekas dalam memori anak. “ Saya pikir ini kreatif”,tukas Condro.

“Disini kekuatan buku ini. Belajar matematika bareng anak itu memang enaknya sambil bermain. Lebih mudah diingat dan menarik perhatian anak” kata Condro lagi.

Buku ini selain menjadi referensi orang tua, bisa juga direkomendasikan bagi siapa saja khususnya orang-orang yang profesinya berkaitan dengan pendidikan anak.

Judul Buku          : Montessori di Rumah : 55 Kegiatan Matematika

Penulis                 : Elvina Lim Kusumo

Penerbit              : Esensi (divisi Penerbit Erlangga)

Diposkan pada Anak, keluarga, Woman and The Book

Silvia Rina Primasari : “ Suatu hari,bunga yang cantik pasti mekar.”

@silviarinap

Itu sebuah kutipan indah yang dipilih oleh Silvia Rina Primasari. Perempuan yang akrab dipanggil Silvi ini mendapati kutipan  tadi  dari kisah Hans Christian  Andersen, seorang penulis dongeng kenamaan (2 April 1805-4 Agutus 1875). Hans Christian Andersen memiliki seorang ibu yang bernama Anne Marie. Sang Ibu adalah sosok yang selalu mempercayai bahwa Andersen kecil adalah  anak yang istimewa.

Andersen adalah anak yang suka berimajinasi kemudian menuliskannya menjadi sebuah tulisan. Saat ia menunjukkan hasil tulisannya kepada para ahli, mereka memberikan pendapat yang meruntuhkan moral Andersen. Saat-saat seperti itulah Anne Marie tetap membuktikan keyakinannya  bahwa Andersen adalah anak yang istimewa dan membangun rasa percaya diri anaknya.

“ Ini hanya satu cerita saja di buku ini,” kata Silvi. Ia menujukkan buku yang sampulnya didominasi warna putih.  Buku yang berjudul It’s Okay, You’re Just Different ini ditulis oleh  Kim Doo Eung. Silvi menambahkan bahwa buku ini menyanjung peran ibu yang memang memiliki peran besar dalam kesuksesan orang-orang hebat seperti Albert Einstein, Bill Gates, Nelson Mandela, Nehru dll. “Biasanya,orang-orang besar ini yang lebih sering kita ketahui prestasinya. Namun sangat sedikit kita tahu tentang peran ibu mereka,” jelas Silvi.

“Ibu adalah sosok yang hebat karena dari merekalah orang-orang akan menjadi hebat,” (Silvi,2018)

https://resensibukupilihan.com/2016/12/19/anak-terlambat-bicara-jangan-diratapi-melainkan-dampingi/

Suatu saat iamengajak Andersen yang sedang galau ke sebuah kebun bunganya. Ia menuturkanbahwa Andersen layaknya tumbuhan kecil yang belum kelihatan indahnya. Namunoleh proses waktu, bunga tersebut akan mekar dan menujukkan kecantikannya.Kata-kata seperti inilah yang menyemangati Andersen hingga di kemudian hari iamampu membuat cerita  yang dikenal duniaseperti  Putri Duyung dan Ratu Salju.

Dalam buku ini, kisah masing-masing ibu walaupun tidak sama persis kisahnya namun memiliki persamaan bahwa seorang ibu adalah orang yang paling memahami anaknya. Mereka  tetap teguh pendirian tentang anaknya saat mendapat cemoohan dan ketidakpercayaan dari  orang lainnya. Tutur kata dan sikapnya sangat membantu rasa tenang sang anak yang merasa mendapat sandaran.

“ Saya sudah baca . Buku ini terasa ringan  dibaca. Gaya bahasanya tidaklah rumit. Walau isi buku ini adalah terjemahan, namun terasa sederhana dan dekat di hati. Sehingga bukan saja inspirasi yang didapat, namun juga  menyegarkan kembali rasa hormat kepada ibu kita.” Kata Silvi lagi.

Judul Buku          : It’s Okay, You’re Just Different

Penulis                 : Kim Doo Eung

Penerjemah       : Amelia Burhan

Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama, 2018

Diposkan pada Woman and The Book

Antonia Meme : “ Tahun politik wajarlah terdengar berisik..,”

meme1
@niamemee

Tahun 2018 dan 2019 jelaslah menjadi tahun politik. Bukan saja pemilihan anggota DPR mulai dari tingkat kabupaten/kota  hingga pusat, pemilihan presiden juga bersamaan dilangsungkan.  Sebagian konsentrasi negara ini terisi oleh agenda pemilu tersebut.

“Banyak hal akan mudah dikaitkan dengan politik,” kata Antonia Meme.  Mahasiswi S2 jurusan Komunikasi di sebuah perguruan tinggi swasta ternama di Yogyakarta ini berpendapat bahwa keriuhan bernuansa politis baik di media cetak dan online  pasti terjadi.  Isu-isu dan gerakan-gerakan politik dari masing-masing pendukung berusaha mempertahankan “kebenaran” versi mereka dan menyalahkan” kebenaran” yang disuarakan lawan politiknya unuk mendapatkan dukungan masyarakat.

Bukan saja oleh para politisi, masing-masing pendukung di tingkat terbawah juga bisa tergiring menyuarakan masing-masing klaim “kebenaran” tadi.  Khusus di media online, sebuah isu yang diangkat biasanya mendapatkan respon yang riuh dan berpotensi  terus membesar hingga  sampai ke tingkat berisik. “ Tahun politik wajarlah terdengar berisik..,” jelas Meme.

Secara pribadi, Meme  memiliki kekhawatiran terhadap  keberisikan itu. “ Isu dan gerakan yang  terjadi sedikit sekali mengajak kita berpikir kritis. Kita terjebak hanya isu-isu yang mungkin hanya sepotong-sepotong kita pahami seperti  #2019 ganti presiden, buzer,black campaign, politik kebohongan, hoax dll,” jelasnya.

Untuk itu, menurut Meme, perlulah kita undur sejenak dari hiruk pikuk saling berbalas antar pendukung. “ Kita harus luangkan waktu mencari informasi yang lebih mendalam. Salah satunya yakni melalui buku seperti ini,” katanya sambil menujukkan sebuah buku.

Padanya ada sebuah buku berjudul New Media & Komunikasi Politik (Teori Konstelasi Politik  dalam Ruang New Media) terbitan Mbidge press. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari para penulis yang telah berkecimpung di dunia komunikasi politik.

IMG-20181014-WA0003Ada banyak tema menarik yang diangkat pada buku itu dan sesuai dengan waktu kini, seperti Buzzer di Media Sosial : Antara Marketing Politik dan Black Campaign dalam Pilkada (Christiany Juditha), Membaca Isu Pencalonan Presiden Menjelang Pilpres 2019 Melalui Meme Politik di Media Sosial (Rosalia Prismarini Nurdiarti), Diantara Belenggu Billik Gema, Bias Media&”Maha Benar” Netizen dengan Segala Postingannya (Arif Kusumawardhani) dan #Tagar, Ruang Publik&Identitas Kultural (Astri Wulandari).

Menurut Meme, buku ini bisa memberikan informasi yang mendalam bagi siapa saja yang tertarik dengan dunia komunikasi politik.  Buku ini merupakan hasil dari sebuah penelitian. Tentunya apa yang ditulis disini berdasar apa yang terjadi di lapangan dan dianalisa dengan teori yang pas sehingga menjadi informasi yang bisa dipertanggungjawabkan.

IMG20181110185154

Judul buku :

New Media & Komunikasi Politik (Telaah Konstestasi Politik dalm Ruang New Media)

Penulis :

Christiany Juditha,dkk

Editor :

Didik Haryadi Santoso

Penerbit:

Mbridge Press

Diposkan pada seni, Woman and The Book

Nurmalita Rosiana Fatharani : “Traveling dan Foto itu….Wajib banget!”

 

Perempuan yang akrab dipanggil Rani ini memang senang traveling khususnya ke tempat-tempat yang nuansa alamnya kuat seperti pantai, pegunungan dll . Baginya , saat berada di tempat itu ia berasa lepas  sejenak dari banyak masalah. “ Bukan menolak menghadapi masalah lho…hanya  ingin rileks. I feel free!” katanya.

Rani merasa alam bisa memberikan  kekuatan. Saat menemui suasana pegunungan, Rani suka  desiran angin, kicauan burung, keheningan  dan kesegaran udaranya. Sedang saat di pantai, ia menyukai bau khas pantai, pasir, dan sunset. “ Kangen kalau sudah lama tidak merasakannya..”, sahutnya.

Terlalu sayang jika keindahan alam begitu saja dinikmati. “ Aku ingin menjadi bagian yang indah,” tuturnya.

Emm maksudnya?

“Ya main foto disitulah. Terus masukin IG,”

Owww

Memang benar saat disimak, IG nya yakni @rosianarani ,foto-fotonya sebagian bertema alam. “ Traveling dan foto itu..wajib banget!”

rani three

Saat tidak memiliki kesempatan traveling, Rani biasanya searching tentang wisata alam di medsos atau lihat-lihat buku bertema alam seperti yang ia pegang sekarang. Buku yang berjudul Kepundan Kasih Menyadap Ilham Dari Alam  ini  cukup unik karena memadukan antara foto dan puisi.  Tentang foto-foto di buku ini karya   Harno Depe, seorang profesor pada Departemen Kimia  Fakultas MIPA   UGM Yogyakarta.  Setiap foto  di buku itu, seolah bisa hidup dan bercerita.

“Foto dan puisi yang berdampingan di buku ini tampaknya memang saling terkait. IMG-20181015-WA0003Namun kita bisa menikmatinya sesuai dengan selera kita. Seperti ini…”, kata Rani sambil menunjukkan salah satu halaman yang menggambarkan suasana sunset  (halaman 136). “ Ini foto favoritku. Suasana sunset sepertinya mengingatkan kita bahwa  ada waktunya  dalam hidup  untuk beristirahat. Besok dengan tenaga baru, bisa berkarya lagi.” lanjutnya.

Tentang Puisi, Rani menunjuk sebuah halaman yang tertulis puisi berjudul Indah yang  Tak Kekal (halaman 16). Pusi ini karya Novi Indrastuti, seorang doktor di Fakultas Ilmu Budaya UGM. Isi puisi  tersebut mengajak kita mengingat bahwa  fisik di dunia ini memang tidak ada kekal.  Menurut Rani, kita harus memanfaatkan benar selagi kita masih kuat untuk berkarya yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain.

Ellisabeth Devi Renayan: ”  ..Itu Romantis…”

Rani setuju jika ada yang berpendapat  bahwa  banyak inspirasi di halaman-halaman lainnya. Melalui karya foto oleh  Harno Depe dan  puisi oleh Novi Indrastuti  memberi  warna yang berbeda dalam dunia literasi.” Saya sudah habis membaca buku ini dan saya suka,” katanya sambil tersenyum.

Judul buku :

Kepundan Kasih Menyadap Ilham Dari Alam

Fotografer :

Harno DepeIMG_20181013_162142.jpg

Penyair :

Novi Indrastuti

Penerbit

Gadjah Mada University Press

Halaman:

172

Cetakan Pertama:

Juli 2018

 

Diposkan pada pameran buku

Belanja Buku Online UGM Press,yukk!

Mau tambah koleksi buku berkualitas?

Ini ada satu event bagus. Sejak tanggal 1 Oktober hingga 14 Oktober 2018, UGM Press adakan belanja online dengan  tema Bazar Buku Belanja Online.

Menurut Manajer UGM Press, Dr I Wayan Mustika, ada empat kategori buku pada acara ini yakni kluster Sains-Teknologi, Kedokteran-,Agro-Fauna, dan Sosial-Humaniora dengan diskon hingga 70%.

Selain diskon besar, kemudahan lainnya yakni pembayaran dapat dilakukan melalui kartu kredit, jaringan Alfamart, transfer ATM, dan DOKU Wallet.

Buku pesanan akan dikirim melalui  jasa pengiriman seperti JNE, Pos Indonesia, Wahana, Indah Kargo, dan PCP Kargo.Untuk pembelian online pada hari Sabtu dan Minggu, buku akan dikirim di hari berikutnya.

Kegiatan bazar seperti ini biasanya diselenggarakan memasuki semester baru. Lebih lanjut silakan klik http://www.ugmpress.ugm.ac.id

IMG-20181002-WA0004

Diposkan pada pameran buku

Mampir Sebentar di Kampung Buku Jogja # 4

Sore tadi, melewati UGM Yogyakarta, terpampang sebuah baliho. Isinya tentang informasi adanya Kampung Buku. Walau tak punya waktu banyak, menyempatkan diri sebentar berkunjung ke lokasi adalah pilihan yang tepat daripada penasaran.

Sampai di Gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri  (PKKH) UGM, para pengunjung sudah terlihat memasuki sebuah lorong tak berpintu.

IMG20180910150615

IMG20180910150709

IMG20180910150850
suasana hall

IMG20180910151604
karya seni

IMG20180910151732
ada promo..

IMG20180910152150

IMG20180910152255
air siap minum

Selain pameran buku, ada pula serangkaian kegiatan-kegiatan sekitar dunia literasi. Tak ada ruginya jika memang merasa tertarik untuk mampir. Catat saja acaranya mulai tanggal 10-13 September 2018.

Jadwal lengkap bisa diunduh di  kampungbuku.com

 

Diposkan pada Woman and The Book

RR Sari Nastiti :  “ Ingin bahagia? Coba…”

IMG-20180819-WA0012
RR Sari Nastiti @rrsarinastiti

Bila kita mendengar ada orang yang mengucapkan  “ Sing Waras Ngalah..” kemungkinan besar  orang tersebut sedang mengalami sebuah konflik dengan pihak lainnya.  Ucapan itu juga menunjukkan jalan yang dipilih oleh orang tersebut dengan menarik diri dari konflik karena menganggap tidak ada guna lagi terus berada di dalam konflik. Biasanya, salah satu bentuk ekspresi  yang diperbuat oleh orang tersebut yakni diam.

Saat seseorang memposisikan kita waras dan orang lain tidak waras, ada baiknya kita bermenung sebentar.  Mengingat berbagai macam peristiwa yang pernah kita lalui. Bisa pula mengingat pengalaman orang lain untuk menelusuri sikap kewarasan itu seperti apa dan bagaimana.

Maria Rostanti :” Yang Tak Terlupakan adalah..”

” Sepertinya buku ini yang mencoba memberikan contoh permenungan tentang kewarasan,” kata RR Sari Nastiti. Padanya, tergenggam sebuah buku berjudul Yakin Waras? Potret Ironi Kehidupan Manusia tulisan dari Mona Sugianto.

Mona memberi serentetan pertanyaan di awal halaman buku ini untuk membuka pintu pikiran pembaca, diantaranya  :

  • Apakah kita sedang dalam kondisi waras kalau kita dipenuhi oleh aneka pikiran buruk dan kebencian kita terhadap diri sendiri dan orang lain?
  • Apakah waras kalau kita memberikan begitu banyak cap kepada diri kita dan orang lain?
  • Apakah kita waras kalau kita berusaha menutupi satu  kebohongan dengan kebohongan  yang lain untuk menutupi pengalaman memalukan kita  di masa lalu?

Mona membawa kita ke alur untuk mempertanyakan kita sendiri sejauh mana kita waras. Berbekal pengalaman profesinya sebagai psikolog klinis, Mona menuliskan setiap bab nya diawali dengan sebuah kasus yang dekat dengan kita. Bahkan, sangat mungkin sedang kita alami.

IMG-20180722-WA0003
“ Inilah enaknya buku yang ditulis praktisi, selalu ada kasus,…” (RR Sari Nastiti (2018)

“ Inilah enaknya buku yang ditulis praktisi, selalu ada kasus, penulisannya sederhana dan tidak membuat kening berkerut,”kata perempuan yang berprofesi sebagai akunting di sebuah hotel terkenal di Yogyakarta ini.

Mona menyingkap sedikit demi sedikit tentang sulitnya kita sebagai orang masa kini menerima sebuah nilai kewarasan dan bagaimana kita berperilaku sebagai orang waras.  Orang menjalani hidup  menggunakan topeng dalam hidupnya.  Perilaku dan pemikirannya mudah masuk kedalam lobang ironi yakni  tidak sejalan. Seseorang bisa mencela atau menghakimi orang lain, namun bila ditelusuri lebih jauh, orang tersebut juga berbuat yang isinya sama dalam bentuk perilaku lainnya. Tak salah jika muncul pernyataan bahwa   kita tidak bisa lagi membedakan secara tegas  mana bentuk yang waras, mana yang tidak.

Jika kita sudah merasa bertindak sebagai orang waras, namun hasil yang diterima dari tindakan kita berakibat buruk pada diri kita sendiri dan orang lain sehingga mempengaruhi kualitas kebahagiaan, ada baiknya merenungkan dulu apa yang terjadi.

“Buku ini bisa jadi teman untuk menengok perilaku kita. Teman yang memberi peringatan kepada kita bahwa perjalanan hidup kita sebaiknya mengarah kepada kebahagiaan melalui perilaku dan pikiran di setiap harinya,” ujar Sari sambil senyum manis.

“Ingin bahagia?Coba baca ini” katanya.

IMG_20180908_200712

 

 Judul      : 

Yakin Waras?  Potret    Ironi  Hidup Manusia

Penulis :

Mona Sugianto

Penerbit :

Penerbit Kanisius

Cetakan :

I (2018)

 

Diposkan pada pameran buku, Tak Berkategori

Kunjungi, Ribuan Buku Bagus Yang Berdiskon Ada di Bazar UGM Press !

IMG-20180829-WA0036
Antusias pengunjung saat mengunjungi Bazar Buku UGM Press.                      Foto: UGM Press

 

Selamat datang mahasiswa baru di kota pendidikan,Yogyakarta !

Sembari menikmati suasana baru sebagai mahasiswa, tak ada salahnya mulai membiasakan diri dengan membaca buku-buku  yang pastinya berkualitas bagus. Salah satu tempat untuk mendapat buku tersebut yakni Bazar Buku oleh UGM Press.

Bazar ini berlokasi di Jalan Grafika no 1 Kampus UGM (Timur Fakultas Teknik), akan hadir terus dari tanggal 28 Agustus hingga  8 September 2018. Setiap harinya, kecuali hari Minggu, Bazar dibuka pada pukul 08.30-16.00 WIB.

Manajer UGM Press , Dr I wayan Mustika  menginfokan bahwa terdapat ribuan buku yang berdiskon mulai dari 30%. Untuk beberapa buku , telah dikemas dengan sistem paket minmal pembelian agar mendapat lebih diskon.

IMG-20180829-WA0034
Tenda Biru, Sediakan buku berharga terjangkau.                                   Foto : UGM Press

Selain itu, ada tempat menarik lainnya yakni Tenda Biru. Di tempat tersebut, buku-buku yang dijual mulai dengan harga Rp.5.000,-Rp. 15.000,-

Mau tahu lebih banyak tentang UGM Press, kunjungi @ugmpress atau ugmpress.ugm.ac.id (*)