Diposkan pada novel, Woman and The Book

Esterlita Damayanti : “Aku Yang Dulu,Aku Yang Sekarang, dan Aku Yang Akan Datang adalah..”

“Ini adalah novel baru di bulan Januari tahun ini,” tutur  Ester sambil menunjukkan sebuah buku tebal yang sampulnya tergambar seorang pelajar Sekolah Dasar. Disitu ada sebuah tulisan mencolok berwarna merah “ Darah Muda”.

Pada awalnya, Ester  mengira bahwa judulnya itu menggambarkan sosok yang masih muda, labil,mudah marah, dan emosinya sensitif. Ternyata, dugaanya lebih banyak  meleset. Novel karya Dwi Cipta ini, mengisahkan seorang “Aku” sebelum ia lahir, setelah lahir , dilanjutkan dengan masa-masa berikutnya pada perkuliahan.

“Aku” menjadi sosok sentral bahkan cenderung mirip sebagai otobiografi penulis novel  ini. “ Sejarah kehidupan ditulis dengan mengaitkan berbagai kondisi sosial orang-orang  yang terkait dengan si “Aku” mulai dari orang tua, teman dekat, saingan, hingga gebetan,” kata gadis penyuka warna ungu ini.

Ester mengingatkan, bahwa para pembaca novel ini jangan berharap menemukan sebuah kasus yang kemudian membawa  ke sebuah fase klimaks penyelesaiannya. Tidak! Disini , kisah-kisah yang terangkum dalam novel ini beralur maju. Pembaca akan menemukan letupan-letupan  kecil  emosi si “Aku” saat menemukan masalah, mencari jalan keluar, tidak mendapat dukungan dll dan semuanya mengalir begitu saja. Si “Aku” berproses terus menerus ke waktu mendatang.

“ Nah, disini kekuatan novel ini,” tegas Ester yang selalu menyukai Pulau Bali untuk menjadi destinasi wisatanya. Menurut Ester, novel ini menuliskan tentang kejadian-kejadian yang sebenarnya dekat dengan  kehidupan kita, bahkan beberapa kasusnya akan sama dengan kisah hidup pembacanya.

“Aku” menjadi sosok sentral bahkan cenderung mirip sebagai autobiografi penulis novel ini. “ Sejarah kehidupan ditulis dengan mengaitkan berbagai kondisi sosial orang-orang yang terkait dengan si “Aku” mulai dari orang tua, teman dekat, saingan, hingga gebetan,
“Aku” menjadi sosok sentral bahkan cenderung mirip sebagai autobiografi penulis novel ini. “ Sejarah kehidupan ditulis dengan mengaitkan berbagai kondisi sosial orang-orang yang terkait dengan si “Aku” mulai dari orang tua, teman dekat, saingan, hingga gebetan. (Ester,2018)

Khususnya bagi para pembaca yang pernah merasakan saat remaja hingga mahasiswa pada tahun 90-an  tidak usah mengerutkan kening untuk memahami apa yang ditulis Dwi Cipta ini. Sedang  bila pembaca usia yang lebih muda, mungkin akan begitu merasa agak “aneh” karena sentuhan teknologi  komunikasi kurang terekspos.

Saat ditanya, kira-kira makna Darah Muda pada judul novel terbitan Literasi Press ini , Ester menuturkan bahwa  “Darah Muda” menggambarkan prosesnya seorang “Aku” mulai dari masa Dulu, Sekarang, dan Akan Datang. Darah Muda selalu bergerak maju  untuk mencari  penggenapan mimpinya.

“ Tapi lebih tepat, kita tanya ke penulisnya  saja.hehe,” usul Ester sambil tertawa manis

dwi cipta
Dwi Cipta

Judul                                     : Darah Muda

Penulis                                 : Dwi Cipta

Jumlah Halaman              : x+386

Cetakan                               : pertama, Januari 2018

Penerbit                              : Litersi Press     

Iklan

Noviantika Widyayanti :”Membuat Gagasan Kita Melekat Lebih Penting Dari …..”

photo by @pipititadhitya

Saat ditanya mengapa membaca buku ini, Noviantika Widyayanti mengatakan bahwa pada awalanya ia tertarik dengan judulnya. Sepanjang pengalamannya memilih dan membaca  buku, judul ini (Made To Stick : Strategi Agar Gagasan Kita Melekat di Benak Orang Lain) memberikan penawaran pengetahuan yang berguna apapun profesi kita,

Alumnus Jurusan Pariwisata sebuah Perguruan Tinggi Negeri ini, lebih lanjut, mengatakan bahwa  menyatakan sebuah gagasan hampir setiap orang mampu, namun membuat gagasan yang melekat membutuhkan pengetahuan dan praktik yang terus menerus.

novi2
“ Saya menyukai buku yang tulisannya lahir dari sebuah penelitian..” @noviantika_w

“ Disinilah kekuatan buku ini bagi kita,”katanya.

Buku ini muncul dari serangkaian penelitian bertahun-tahun oleh Chip Heath & Dan Heath. Mereka tertarik dengan berbagai gagasan yang beredar di masyarakat. Mereka mengumpulkan berbagai cerita rakyat, naskah pidato, naskah kampanye dll.

Penelitian mereka melibatkan banyak orang sebagai obyek yang digunakan mencari sebuah pengetahuan baru tentang hal apa yang membuat orang-orang tersebut mengingat sebuah gagasan. Usaha keras ini dilakukan  oleh Chip Heat & Dan Heat untuk mengetahui mengapa sebuah gagasan bisa melekat sedangkan gagasan yang lain tidak.

“ Saya menyukai buku yang tulisannya  lahir dari sebuah penelitian, karena umumnya menghasilkan pengetahuan yang bisa diaplikasikan,” kata Novi lagi. Perempuan yang juga penyanyi dangdut di Yogyakarta ini, berpendapat bahwa buku ini sangat dibutuhkan oleh banyak profesi, terlebih yang sering berinteraksi dengan orang banyak.

Lebih lanjut Novi berpendapat bahwa  buku ini mengingatkan kepada orang-orang yang terbiasa presentasi dengan menekankan pada sekumpulan data. Sekumpulan data  yang mereka sampaikan akan terasa sia-sia atau tidak optimal bila mereka tidak bisa menyampaikan sebuah gagasan yang  melekat kepada pembaca.

Trus , apa resepnya agar gagasan kita menjadi melekat?

Menurut Novi, salah satu resep dari buku ini yang ia sukai adalah  adalah “Kesederhanaan”. Sebuah gagasan yang sederhana mampu menyentuh sisi logika dan perasaan para pendengar, penonton ataupun pembaca. “Membuat gagasan yang sederhana tidaklah mudah, namun bila kita mampu membuat gagasan yang sederhana, maka akan memudahkan  kita dalam banyak hal”.

IMG-20171221-WA0016

Judul Buku          :

Made To Stick : Strategi Agar Gagasan Kita Melekat di Benak Orang Lain

Penulis                 :

Chip Heath & Dan Heath

Penerbit              :

PT Gramedia Pustaka Utama

Halaman              :

ix + 417

  Lanjutkan membaca “Noviantika Widyayanti :”Membuat Gagasan Kita Melekat Lebih Penting Dari …..””

Diposkan pada novel, Woman and The Book

Ika Sari Rahmawati : Hanyut Dalam Kisah si Black Beauty

ika rev
@ikaaasr

Jika membaca sebuah novel tentang manusia kemudian tersentuh oleh cerita yang dibaca, itu sudah biasa. Namun, jika tokohnya adalah hewan, mungkin tidak semua pembaca novel bakal tersentuh  terkecuali seperti gadis berparas manis dari Kalimantan ini , Ika Sari Rahmawati.

 

Bagi Ika , panggilan akrabnya, buku yang telah ia baca berjudul Black Beauty mengisahkan pengalaman seekor kuda jantan  yang dinamai Black Beauty oleh pemiliknya. Pada awalnya , kehidupannya bahagia  bersama dengan ibunya di Farmer Grey. Hingga kemudian, mulailah kehidupannya yang menyedihkan . Beauty dijual.

“ Saat berdekatan  (Beauty) dengan ibunya, adalah hal yang membahagiakan. Namun kata “dijual” adalah kata yang membuat saya sedih.. Itu memisahkan mereka,” kata Ika .

Kisah Beauty berlanjut. Di tempat barunya, Bertwick Hall, Beauty beruntung bertemu dengan kuda-kuda lainnya yakni Merrylegs, Ginger, dan Sir Oliver.  Mereka berteman baik. Sayangnya, saat keluarga Gordon harus pindah, mereka harus menjual si Beauty ke pemilik Earlshall Park. Disana, Beauty harus bekerja keras  seperti memanggul beban  dll.

Dijual dan dijual lagi menjadi pengalaman Beauty berikutnya. Lama kelamaan, Beauty tidak sanggup menanggung beban kerja yang berat. Ia sakit. Hingga suatu saat, ia dijual ke Blomefields yang letaknya bertetanggaan dengan majikan awalnya yakni keluarga Gordon. Disinilah Beauty mendapat perawatan yang bagus dan mulai pulih.

Saat ditanya, apa kesan lanjut tentang kisah Beauty ini, Ika mengatakan bahwa walalupun tokoh yang diangkat adalah seekor kuda, namun penulis ingin mengangkat arti  warna-warni kehidupan. Suatu saat kita sedang bahagia, namun bisa saja kemudian berubah menjadi susah.. Suatu saat di atas, suatu saat di bawah.

Beauty memang tidak bisa menentang keinginan majikannya untuk dijual apalagi memilih majikan. Beauty hanya seekor kuda yang harus melakukan keinginan majikannya. Namun ternyata Beauty tetap memiliki keinginan kehidupan yang lebih baik. “Beauty punya  harapan,” kata Ika.

IMG-20171201-WA0024
“Beauty punya harapan…!”

Saat ditanya perihal  caption yang dia suka,  gadis yang memiliki akun IG @ikaaasr ini menunjukkannya:

The boy was proud of his charge, and undertook it in all seriousness. There was not a day when he did not pay me a visit, sometimes picking me out amongst the other horses, and giving me a bit of carrot, or something good, or sometimes standing by me whilst I ate my oats. He always came with kind words and caresses, and of course I grew very fond of him. He called me Old Conny, as I used to come to him in the field and follow him about. Sometimes he brought his grandfather, who always looked closely at my legs; (part 4 – chapter 48)

Mengapa?

“In this part Black Beauty really likes his master, Willy, because Willy taking a good care of him. And he tells us that a good master is the one who treat you in the best way,” jawabnya.

 

“Apa enaknya membaca buku novel yang berbahasa Inggris seperti buku ini?”

Ika menyahut,” Lebih terasa soul nya”.

Maklum, dia lulusan Sastra Inggris dari sebuah kampus di Yogyakarta memang aktif terus berbahasa Inggris termasuk di tempat kerjanya sekarang..

 

IMG20171205111950

Judul Buku : Black Beauty

Penulis : Ana Sewell

Penerbit : Penguin Group

Jumlah halaman 213

 

Diposkan pada novel, Woman and The Book

Asha Nuria Novitasari : “Kisah Janda Belia Nujood Tidak berakhir di sini…”

IMG-20171125-WA0016

Buku terbitan beberapa tahun lalu, bukan berarti tidak bisa memberi inspirasi di masa kini. Jelas bagi para pembaca buku sudah memahami bahwa isi dari sebuah buku yang dibaca adalah hal yang terpenting.

Isi buku tak hanya bisa menghantarkan kisah yang informatif  namun juga  bisa menggugah jiwa. “Walaupun terbitan lama, jika menginspirasi biasanya kubaca lagi,” kata Asha Nuria Novitasari sambil menunjukkan sebuah buku yang berjudul Saya Nujood, Usia 10 dan Janda yang ditulis oleh Nujood Ali dan Deplhine Minoui.

Menurut gadis kelahiran November ini, buku  tersebut mewakili minatnya tentang hal-hal perjuangan hak  perempuan. “Kisah Nujood adalah kisah nyata,” tuturnya. Kisah Nujood mengetuk banyak hati orang diseluruh dunia. Berasal dari sebuah desa di Yaman, kehidupannya sebagai seorang perempuan diatur oleh berbagai aturan sosial yang telah berlaku turun-temurun dan diberlakukan lebih ketat dibanding untuk kaum pria.

Pada awalnya, hidup Nujood berjalan seperti anak-anak yang lainnya, seperti menyukai permen,bermain dan  menonton Tom &Jerry. Dalam masa itu juga ia melihat kehidupan kedua kakak perempuannya  Jamila dan Mona, yang tidak jauh terpaut umur mereka namun sudah menikah. Kondisi kehidupan kedua kakak perempuannya tidaklah begitu baik. Hinga saat berikutnya, ayah Nujood telah memutuskan menerima lamaran seorang pria  untuk Nujood yang usianya terpaut tiga kali lipat dari usia Nujood.

“Saya kesulitan mendeskripsikan suasana hati Nujood saat itu tapi bisa merasakannya “ kata Asha.IMG-20171125-WA0013

Nujood adalah anak-anak biasa pada umumnya, tapi pada perjalanan selanjutnya, ia telah berpikir dan bertindak melebihi masa anak-anaknya, pergi ke pengadilan dan bercerai. “Seorang istri yang masih berusia 10 tahun (anak), datang ke pengadilan, meyakinkan hakim  dan mengajukan perceraian, rasanya adalah keinginan yang asli dan tanpa rekayasa,” tutur Asha lagi.

 

 

 

” Aku ingin bermain di luar, seperti anak-anak seusiaku, tapi dia memukuliku dan terus-menerus  memaksaku kembali ke kamar tidur bersamanya untuk…..”

Kata Nujood Ali (hal. 130) kepada seorang reporter

Meski Nujood telah menang di pengadilan, meyandang gelar baru yakni janda (belia) tapi kini  menjalani kehidupan yang lebih menggembirakan. Bagi Asha,kisah tentang Nujood tidaklah berhenti di sini. Justru seharusnya menggugah kita lebih peka, menengok dan membantu anak-anak lain yang kurang lebih bernasib sama dengan Nujood semasa pernikahan.

Saat ditanya, apa pesan dari buku ini ,Asha mengatakan bahwa sebenarnya Nujood adalah gambaran orang yang lemah baik dari fisik, sistem sosial politik daya tarik pribadi. Namun justru karena hal-hal itulah perlawanannya menjadi penggugah jiwa banyak orang untuk terlibat mendukungnya.  Nujood bukanlan sekedar obyek, namun subyek yang bersama-sama dengan orang lain memperjuangkan perbaikan lebih luas  bagi masalah yang mirip menimpa Nujood. Bukan saja kesadaran, namun tindakan.

 

IMG-20171125-WA0014

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Judul                        : Saya Nujood, 10 Tahun dan Janda

Penulis                   : Nujood Ali dan Delphine Minoui

Halaman               : 236 halaman

Hak Cipta              : @Michel  Lafon Publishing 2009

Penerbit                : Pustaka Alvabet

Cetakan                 : ke 2 ( Desember 2010)

 
Diposkan pada novel, Woman and The Book

Linda Lasito : “ Imajinasi Saya Mudah Mengalir Mengikuti Alur Cerita Ini….,”

2016_0820_15582900

“ Saat membaca judul buku ini, saya menduga isi buku ini tentang perjuangan seorang wanita menjadi cantik. Perjuangan ini berat dan menyakitkan,” ungkap Linda lasito saat ditanyai tentang kesannya sewaktu membaca buku ini. Ternyata bukan.

Buku ini berisi cerita novel. Dengan tokoh awalnya  yakni Dewi Ayu, cerita berlatar sejarah masa penjajahan mengalir  hingga halaman terakhir  (479). Dewi Ayu dikisahkan sebagai sosok yang cantik. Ia anak dari seorang ayah berkebangsan Belanda dan Ibu dari lokal. Banyak lelaki yang tergoda dan memiliki hasrat kepadanya.Ketika Jepang masuk menjajah, kehidupannya tidak berubah. Ia bahkan terseok masuk kedalam rumah prostitusi yang bernama Mama Kalong.  Bahkan Dewi Ayu menjadi pelacur yang paling mahal disitu.

Lambat laun, ia melahirkan anak-anak   perempuan yang ia tidak tahu siapa ayah biologis mereka. Hingga suatu saat ia merasa bahwa kecantikan para putrinya itu bisa mendatangkan nasib tidak baik bagi mereka, maka ia memiliki doa agar anak keempatnya itu jelek.

20170331_124406

“ Buku ini sebenarnya membahas tentang perempuan, seksinya “kecantikan” bagi pria dan wanita, terkungkungnya perempuan  dalam sebuah waktu sejarah serta konflik didalamnya,” kata Linda yang berprofesi sebagai penyanyi. Ada benarnya juga pendapat pecinta musik all around ini. Bila membaca halaman demi halaman, Eka Kurniawan menuliskan begitu hidup lika liku kehidupan Dewi Ayu dan anak-anaknya, serta orang-orang yang tersangkut dengan kehidupan mereka. Bahasa percakapannya pun terasa lugas dan membumi. “ Imajinasi saya mudah mengalir mengikuti alur cerita ini. Seperti nonton film. Jadi seperti bisa melihat langsung suasana, pakaian para pemain, bahkan mimik muka pemainnya,” ugkap Linda.

Baginya, buku ini bagus dan  menjadi salah satu buku favoritnya. Tentu saja. Buku ini dicetak pertama sejak tahun 2004 dan telah menginjak cetakan ke sebelas (2016). Buku ini juga telah dialihbahasakan ke berbagai bahasa lainnya. Artinya, telah ada pengakuan tentang “hebatnya” buku ini.

Saat ditanya tentang kesannya pada keseluruhan isi buku ini, Linda mengatakan bahwa ia malah mendapat inspirasi mencipta lagu berdasar kisah buku ini.owwww…(*)

Judul Buku                          : Cantik Itu Luka

Penulis                                 : Eka Kurniawan

20170331_123013

Jumlah Halaman               : 479

Penerbit                              : PT Gramedia Pustaka Utama

Diposkan pada hukum,ekonomi, Profesi, Woman and The Book

Theodora Esti Maryunani : “Sebaiknya Para Karyawan Harus Tahu Hak dan Kewajibannya”

IMG-20170307-WA0011Karyawan adalah pihak yang sangat penting bagi perusahaan.  Mereka bekerja melakukan hal-hal yang sudah ditetapkan perusahaan. Keterikatan karyawan dan perusahaan ini dijabarkan dalam perjanjian kerja. Pada perjanjian  kerja ini pula, hak-dan kewajiban  karyawan dirumuskan. “ Untuk itulah, sebaiknya para karyawan harus tahu hak dan kewajibannya,” kata Theodora Esti Maryunani

Perempuan berkulit putih yang bekerja sebagai staf Human Resources di sebuah perusahaan ini beranggapan bahwa  pengetahuan tentang hak dan kewajiban ini berfungsi untuk melindungi keberadaan dan pekerjaan mereka serta membuat mereka nyaman.  Acap kali, karyawan kurang peduli terhadap hak-hak mereka karena terfokus pada pekerjaan. Saat terjadi masalah, barulah mereka merasa bahwa ada informasi-informasi  yang seharusnya mereka tahu.20170303_113708

Perempuan yang akrab disapa Esti ini merekomendasikan sebuah buku berjudul Hak dan Kewajiban Pekerja  yang ditulis oleh Jimmy Joses Sembiring SH MHum. “Buku ini memberikan gambaran tentang hubungan kerja yang terjadi antara karyawan dan perusahaan,”katanya.  Buku ini juga memberi informasi, bahwa Negara juga terlibat mengatur hubungan kerja antara karyawan dan perusahaan melalui serangakaian peraturan yang sudah dikeluarkan. “ Jadi karyawan jangan hanya paham tentang kontrak kerjanya, namun juga peraturan negara yang mengatur tentang relasi karyawan dan perusahaan,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut, Esti mengingatkan bahwa setiap perusahaan memiliki budaya kerja yang berbeda-beda. Oleh karena itu, perlu adanya komunikasi yang terus menerus antara karyawan dan perusahaan agar bisa seiring.(*)

 20170307_194701

Judul Buku                          : Bacaan wajib Setiap Karyawan;Hak dan Kewajiban Pekerja Berdasarkan Peraturan Terbaru

Penulis                                 : Jimmy Joses Sembiring SH MHum

Penyunting                        : Fitria Pratiwi

Penerbit                              : Visimedia (Cetakan Pertama,2016)

Diposkan pada Anak, keluarga, Woman and The Book

Lusi : “Membuatkan menu yang disukai anak itu, menyenangkan!”

img-20170220-wa0012Ditemui saat bersantai di tempat kerjanya, Lusi Sariningtyas sedang menyimak sebuah buku yang  tampaknya menarik minatnya. Saat didekati, ternyata buku yang dibacanya  tentang 50 resep sajian enak isi buah. “ Anakku kurang suka buah yang polos,” ceritanya. Ia kebingungan bagaimana membuat sang buah hati mau mengkonsumsi banyak buah karena ia tahu bahwa buah sangat dibutuhkan tubuh. Buah memiliki kandungan  vitamin dan mineral yang baik, serta antioksidan yang mampu menghindarkan dari  berbagai penyakit

Perempuan berbintang Leo ini mengatakan bahwa anaknya akan mau  makan buah bila sudah dicampur dengan bahan yang lain,sehingga Lusi butuh referensi tambahan untuk menyajikan menu berbahan dasar buah.

“ Buku ini memberi referensi yang banyak,” katanya lagi sambil membuka-buka halaman buku yang berjudul Anak Sehat Gemar Makan Buah, tulisan dari Tuti Soenardi. Menurut Lusi, gambar primg-20170220-wa0006oduk yang jelas memudahkan ia mendapat gambaran apakah bentuk hasil jadinya akan disukai anaknya atau tidak.”Selain rasa, tekstur nya juga harus bagus sehingga anakku akan suka,” jelasnya.

Saat sampai pada halaman 94, tangannya berhenti membuka halaman. Ia mengamati gambar pada halaman itu. “ Sepertinya ini bisa nih, buat di weekend” katanya lagi dengan ceria. Ternyata yang ia tuju adalah menu pudding cokelat cocktail buah. Tekstur pudding cokelat tampaknya menarik dan ia yakin anaknya akan menyukainya. Sambil tersenyum, ia berkata ,” Membuatkan menu yang disukai anak itu,menyenangkan!”

Owww, ibu yang baik.

 

img-20170220-wa0015

Judul Buku                          : 50 Resep Ssajian Enak Isi Buah

                                                  Anak Sehat Gemar Makan Buah

Penulis                                 : Tuti Soenardi

Penerbit                              : PT Gramedia Pustaka Utama

Diposkan pada novel, Woman and The Book

Dipta :” Ini Cerita Pramoedya Tentang Perempuan…”

fullsizerender1Pramoedya Ananta Toer adalah  salah satu penulis terkenal di Indonesia.Semasa hidupnya, Pramoedya telah menghasilkan karya yang monumental.  Karya-karya  tulisannya telah  diakui hingga manca Negara melalui penterjemahan ke berbagai bahasa. Beberapa bukunya lahir dari kisah pengalamannya hidup sebagai tahanan di pulau buru. Oleh karena itu, aroma sejarah sangat kental saat kita membaca buku-bukunya.

“ Sebenarnya saya tidak terlalu suka sejarah seperti yang diajarkan di sekolah, namun jika dihadirkan dalam wujud novel, saya suka membacanya,” kata Dipta disela-sela menyelesaikan bab terakhir buku yang berjudul Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer.

“ Buku ini berisi tentang kumpulan surat-surat Pramoedya ketika masih berada di Pulau Buru bersama teman-teman seperjuangannya,” kata gadis pemilik nama lengkap Christina Liapradipta. Menurut Dipta, Pramoedya menghidupkan kembali sebuah tuturan peristiwa yang menimpa gadis-gadis lokal jawa yang terjebak sebuah janji-janji manis pada masa  penjajahan Jepang. Gadis-gadis  itu bukanlah berasal dari keluarga melarat. Mereka bahkan termasuk golongan berada dan terpelajar. Mereka masuk perangkap setelah terkena iming-iming mendapat pendidikan yang lebih baik.

Ternyata nasib mereka tidaklah seindah impian. Mereka tidak pernah sampai ke Tokyo dan Shonanto. Kapal yang mereka tumpangi berbelok arah seperti nasib mereka. Tentara Jepang menjadikan para perawan ini sebagai  budak seks. Mereka bertahan semampu mereka dalam kondisi yang nyaris tanpa perlindungan.Hidup mereka nyaris selalu tergantung kepada orang lain.

Ketika masa penjajahan Jepang telah lewat, kehidupan mereka nyaris lenyap. Beruntungfullsizerender2 Pramoedya masih bisa menemukan jejak-jejak  keberadaan dan cerita mereka.  Jalinan-jalinan cerita tentang kisah pilu, hancurnya rasa harga diri dan harapan-harapan yang masih tersisa dari para perempuan itu.

Cerita ini seperti membaca sejarah yang tidak ada di sekolahan.  “ Saya seperti menemukan sebuah cerita sejarah baru yang jarang diperbincangkan,”jelasnya.

Dipta menunjukkan sisi sampul belakang. Disana terdapat penggalan tulisan surat Pramoedya, yakni : kalian para perawan remaja telah aku susun surat ini untuk kalian bukan saja agar kalian tahu nasib buruk yang biasa menimpa para gadis seumur kalian, juga agar kalian juga punya perhatian kepada sejenis kalian yang mengalami kemalangan itu..Surat kepada kalian ini juga semacam pernyataan protes , sekalipun kejadiannya telah puluhan tahun lewat..

Pramoedya mengirim sebuah peringatan  bagi para perempuan bahwa nasib tokoh-tokoh dalam cerita itu  bisa menimpa mereka dalam bentuk yang berbeda. Peringatan ini juga merupakan rasa protes Pramoedya kepada siapapun yang tidak peduli tentang perempuan. Termasuk di waktu kini.

“Ini cerita Pramoedya tentang perempuan yang  ditujukan kepada kita baik untuk para perempuan dan laki-laki yang peduli tentang hal perempuan,” kata Dipta lagi.

 img_0720

 Judul Buku                         : Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer

Penulis                                 : Pramoedya Ananta Toer

Percetakan                         : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)

Halaman                              : ix + 248

Diposkan pada Profesi, Woman and The Book

Ratih : “Crowdsourcing itu harus smart..”

20170206_170226Pada zaman ini, istilah crowdsourcing sudah dikenal dimana-mana. Kata itu adalah istilah bagi tenaga lepas harian (freelancer) yang tersebar di seluruh dunia.  Mereka harus cermat,dan smart membantu keberhasilan sebuah proyek yang ditawarkan kepada mereka, dan uniknya, orang atau perusahaan yang memiliki proyek ini belum tentu pernah bertatap muka dengan para freelancer ini. Semuanya ini bisa terjadi  karena teknologi online sudah bisa memfasilitasi hal tersebut.

“ Crowdsourcing itu harus smart, karena biasanya proyek yang mereka bantu adalah proyek yang penting,” kata Diatri Nariratih yang  sehari-hari menangani proyek-proyek berbasis online di sebuah media cetak ini. Saat membuka-buka buku berjudul “Jadi Freelancer Kaya” di sebuah tempat yang biasa ia datangi ini, Ratih-nama panggilannya- mulai menikmati rentetan kata yang mengundang perhatiannya, yakni halaman isi. Baginya, buku ini berbobot. Tulisan yang ada di buku karangan Daniel G Pratidya ini bisa menjadi sebuah handbook atau pedoman bagi siapa saja yang akan memulai profesi sebagai freelancer online.

Disini, Daniel G Praditya menuliskan pentingnya mengetahui motivasi diri dan kebutuhan persiapan diri bila siap terjun ke dunia ini. Daniel juga menuliskan informasi penting bagaimana menyusun sebuah proposal agar memuluskan jalan mendapatkan order.

20170206_1701521“Ini informasi bagus,tentang tips membuat perhitungan harga penawaran dan waktu kerja,” kata Ratih sambil menunjuk halaman 129. Dihalaman seterusnya, Daniel menuliskan tentang tips penting lainnya. Diantaranya adalah cara mempertahankan pelanggan alias pihak pemberi order. Para freelancer juga harus tahu bagaimana hendaknya bersikap agar hubungan dengan pelanggan dapat terjaga dan menimbulkan order selanjutnya.

Saat ditanya apa dia akan menjadi seorang freelancer, perempuan yang pernah belajar tari jawa ini tersenyum dan menjawab diplomatis,” Bila membaca buku ini maka untuk menjadi seorang freelancer  profesional perlu persiapan ketrampilan dan mental. Saya perlu persiapan untuk itu. Ini pekerjaan menarik”.

20170207_094531

 Judul Buku                         : Jadi Freelancer Kaya            

Penulis                                 : Daniel G Pratidya

Penerbit                              : Visimedia

Halaman                              : xviii + 206