Diposkan pada keluarga, Woman and The Book

Astri: “Selalu Muncul Rasa Sayang , Jadi Gak Rela Jika Dibuang”

3

Salah satu hal yang paling melelahkan bagi perempuan cantik ini adalah beres-beres rumah alias merapikan, menyeleksi, dan membuang barang-barang yang sudah rusak ataupun tidak diperlukan lagi. Namun tak berapa lama, pastilah ditemukan barang yang tergeletak bukan pada tempatnya. Begitulah seterusnya hingga nanti ia memiliki waktu untuk beres-beres lagi. Hal ini secara sadar atau tidak, sudah menjadi pola yang terbiasa. “Sering merasa lelah jika sebentar-sebentar harus merapikan lagi. Makanya kalau senggang baru bisa nyicil beres-beres” katanya.

Di awal  membaca karya Marie Kondo, Astri menemukan beberapa hal yang baru tentang seni  beres-beres. Salah satu hal yang menarik adalah ungkapan ini “Mending Merapikan Sekaligus Daripada Sedikit-Sedikit” (hal 4).  Ini yang membuatnya ingin meneruskan membaca buku hingga habis. Di halaman berikutnya, Marie Kondo,seorang konsultan terkenal di Jepang untuk urusan menyulap rumah yang berantakan menjadi tempat tinggal yang nyaman, menuliskan beberapa kebiasaan umum lainnya yang menurutnya bisa menghambat tujuan  beres-beres rumah yakni bisa memperbaiki kualitas hidup kita.

2

Saat ditanya, hal apa yang paling susah waktu beres-beres, perempuan yang fasih berbahasa inggris ini mengatakan bahwa ia susah sekali membuang barang, terlebih yang masih tampak  bagus.” Selalu muncul rasa sayang , jadi gak rela jika dibuang”,katanya lagi.

Menurut Marie Kondo,terpengaruh oleh rasa sayang  saat menyeleksi barang, bisa membuat  usaha kita beres-beres terancam gagal. Marie Kondo punya pendapat unik yang  bisa membantu  yakni  jangan memulai dari barang-barang kenangan jika tidak mau gagal.(hal 37).

Ketika ditanya lagi mengenai komentarnya tentang buku ini, lulusan S2 Komunikasi konsentrasi Media and Communication Studies  ini tersenyum manis sambil berujar, “ Tulisan pada buku ini sangat mudah dimengerti. Bahasanya sederhana. Tapi ilmunya sangat besar bagi kita semua”.

 

Judul Buku          : The Life-Changing Magic of Tidying Up

Penulis                  : Marie Kondo

Penerbit               : Penerbit Bentang,2016

Halaman               : xviii + 206

Iklan

Neta Tata : …Peran Funding Officer Ini Adalah Ujung Tombak….

foto-2

Ditemui saat santai, Neta Tata sedang membuka-buka sebuah buku yang berjudul Practical Guide To Effective Account Management for Selling funding Product& Service. Apa gerangan ia membaca buku itu? Apakah ia seorang Funding Officer?

Ternyata bukan.

Ketika ditanya mengapa ia membaca buku itu perempuan berkacamata ini  mengatakan bahwa ia ingin menghadiahkan buku itu untuk temannya yang  baru saja diterima bekerja di sebuah  Bank.  Pada awalnya, perempuan yang berprofesi sebagai Account Executive sebuah media cetak terkenal di Yogyakarta ini ingin menghadiahkan buku jenis novel. Namun saat  ia melihat buku ini disebuah rak buku, ia langsung tertarik.

Buku yang mengangkat tentang profesi Funding Officer seperti profesi temannya itu cukup langka beredar di dunia buku. “ Ini buku yang langka dan tulisannya mudah dimengerti,” katanya sambil membuka-buka buku yang ditullis oleh Maryam Idawati, sorang ex- banker yang telah berpengalaman hampir 20 tahun.

“ Bila membaca buku ini, kita jadi tahu kalau peran Funding Officfoto-4er ini adalah ujung tombak lembaga perbankan. Mereka harus smart mencari nasabah baru, menjalin hubungan yang profesional dan  mengerti kebutuhan bisnis nasabahnya,” kata Neta Tata lagi.  Buku ini menjadi panduan yang bermanfaat bagi para Funding Officer yang mulai berkarir di dunia perbankan.

“Saya berharap ia senang mendapatkan buku ini,”

 

Judul Buku         :

Practical Guide To Effective Account  Management for Selling funding Product&  Service

Pedoman Praktis Account Management   Yang Efektif Dalam Memasarkan Produk dan Layanan Funding

 

Penulis                 : Maryam Idawati

Penerbit              : PT Edcore Indonesia

Percetakan         : PT Persada Utama Tirta Lestari

Halaman              : x+133

 

 
Diposkan pada pertanian-ekonomi-lingkungan

Mau Punya Usaha Pertanian Di Kota? Bisa

 

Bila kita tinggal diperkotaan, terlebih perkotaan yang memang memiliki akititas ekonomi yang tinggi, akan mudah melihat kondisi seperti padatnya kendaraan bermotor yang sering membuat   kita mencium asap kendaraan, sempitnya gang masuk ke suatu kampung, antar rumah saling merapat bahkan hanya berbatas tembok, aktifitas ekonomi yang bisa berlaku 24 jam seakan tanpa jeda, dll.  Bahkan, bagi para pekerja, hari libur selalu terasa kurang agar mendapatkan emosi dan tubuh yang segar. Lalu, apa ada suatu tawaran yang bagus bagi kita dengan kondisi tadi?

Ada. Konsep Urban Farming menawarkan kepedulian kita tentang  perawatan lingkungan, lahan pertanian produktif yang dikawatirkan semakin tergerus alih fungsi lahan menjadi perumahan sehingga mengancam

uf

ketahanan pangan kita, dan tumbuhnya profesi pertanian di tengah ataupun pinggiran perkotaan.  Khsususnya tentang profesi petani kota, profesi ini mulai bertumbuh dibeberapa kota  dan secara nilai ekonomi sangat menjanjjikan untuk meraih keuntungan.

Urban Farming tidak merujuk kepada aktifitas bercocok tanam saja, melainkan juga beternak dan memelihara ikan. Secara singkatnya, kita bisa memanfaatkan lahan sesempit apapun untuk membuat lingkungan yang lebih segar dan indah serta menghasilkan secara ekonomi.

Perbicanangan tentang urban farming sebenarnya sudah banyak. Bisa kita simak di blog, Koran, televisi, atau bahkan melalui medsos. Informasi seperti ini cukup banyak namun tidak tertata secara sistematis. Buku ini hadir salah satunya untuk memberi informasi yang sistematis tentang konsep urban farming mulai dari pengertian, masalah pengembangannya hingga kepada  bentuk-bentuk budidaya yang bisa dikerjakan,.Walau belumlah detil mengenai contoh  budidaya nya, buku ini tetap menginspirasi siapapun yang peduli kepada lingkungan dan ingin menjadi petani di kota.

 

Judul Buku          : Urban Farming: Gaya Bertani Spesifik Kota

Penulis                 : Nugraheni Widyawati

Penerbit              :Lily Publisher

Percetakan         : Andi Offset

Halaman              : xviii + 258

Diposkan pada Anak

Intervensi Bahasa Pada Anak Gifted Terlambat Bicara

 

Ternyata, anak Gifted yang terlambat bicara menanggung resiko besar seandainya orang tua tidak memiliki informasi yang tepat mengenai keadaan anak tersebut. Anak tersebut berpotensi dimasukkan kedalam kelompok lain seperti autis,ADHD,disleksia dll. Padahal penanganan masing-masing keadaan anak  yang membutuhkan perhatian khusus tidaklah sama. Salah pendampingan, bisa berakibat memperberat keadaan mereka dimasa mendatang.buku-anak-gifted-dan-sli

Pada buku ini, Julia Maria van Tiel kembali membukukan cerita pengalamannya mendampingi buah hatinya yang pada saat usia 3 tahun didiagnosis Taal Ontwikkwling Stoornisme/TOS atau gangguan perkembangan bicara dan bahasa. Dalam Bahasa Inggris, keadaan ini dikenal sebagai Spesific Languange Impairment (SLI). Julia Maria menjelaskan perlunya keaktifan orang tua untuk mendampingi anak terlambat bicara melalui pemahaman SLI. Pemahaman SLI menuntut keaktifan orang tua memberikan  intervensi bahasa kepada anak berupa stimulasi .

Selain karena buku ini juga masih terbilang baru (oktober 2016), buku ini untuk melengkapi tulisan Julia Maria dari buku-buku sebelumnya yang berkonsentrasi pada anak Gifted terlambat bicara.  Buku ini memang bercerita banyak tentang pengalaman Maria Julia mendampingi anaknya, namun yang dipaparkan disini juga menggunakan banyak referensi ilmiah. Harapannya, buku ini menjadi referensi penting dan  membantu peran orang tua dalam mendampingi buah hati yang gifted terlambat bicara.

 

Judul                                     : Anakku Gifted Terlambat Bicara : Masalah& Intervensi Bahasa     Pada Anak Gifted Plus SLI

Penulis                                 : Julia Maria van Tiel

Penerbit                              : PRENADA

Percetakan                         : PT Fajar Interpratama Mandiri

Hal                                         : x+196

Diposkan pada Anak

Buah Hati Sedang Sakit Apa? Ini Menu Makanannya

Ketika tahu buah hati sedang sakit, pastiah orang tua merasa sedih. Walaupun sudah pergi ke dokter anak dan mendbuku-menu-sehatapat tips-tips mendampingi anak, orang tua bisa merasa kebingungan saat buah hati susah makan.  Padahal, makan diwaktu sakit adalah hal yang penting sekali untuk menjaga dan menguatkan daya tahan tubuh mereka.  Lalu, bagaimana membuat buah hati kita mau makan? Dan ketika mereka mau makan, apakah kita bisa memastikan makanan yang kita siapkan mememenuhi kebutuhan asupan mereka? Bagi orang tua yang aktif, pastilah akan segera mencari informasi yang berguna bagi buah hatinya.

Disinilah kegunaan buku ini sebagai penyedia informasi. Pada buku ini, Gatot Sudaryanto menuliskan bukan saja tentang tips memberi makanan saat si kecil saat sakit namun juga memberi informasi tentang pengaturan nutrisi saat si kecil sakit dan cara pemberian asupan nutrisi untuk anak sesuai usia.  Dari tips –tips ini  Gatot Sudaryanto merekomendasikan beberapa menu yang membatu kebutuhan asupan sesuai jenis sakit yang umum pada anak karena ternyata, asupan yang dibutuhkan sesuai jenis-jenis penyakit anak itu berbeda.

menu-sehat2Bahan-bahan untuk memasak menu sehat juga tidaklah sulit didapat. Beberapa bahan seperti avokad, pisang, tomat, sayur bayam merah , tempe dll jelaslah sudah dikenal. Cara pengolahan juga tidaklah rumit. Terdapat urutan pengolahan yang sudah tertera pada buku ini. Selain itu, gambar masakan yang sudah jadi juga ditampilkan, sehingga membantu pembaca memvisualkan menu yang sudah  jadi.  Sederhana dan informatif.

 

 

 

Judul                                     : Menu Sehat Untuk Anak Sakit

Penyusun                            : Gatot Sudaryanto

Penerbit                              : Penerbar Plus (Penebar Swadaya Grup)

Halaman                              : 140 hal

 

 

 

Diposkan pada hukum,ekonomi, Tak Berkategori

Kemukakan Disharmoni Hukum Dalam Pemberantasan Korupsi, Adi Toegarisman Tawarkan Paradigma Baru

buku-paradigma-korupsi

Adi  Toegarisman, seorang jaksa karier, dalam buku ini mengemukakan  adanya perbedaan pendapat dalam penyelesaian kerugian keuangan negara disebabkan oleh  disharmoni hukum keuangan negara, konsep hukum administrasi negara, hukum perdata, hukum perseroan, dan hukum pidana yang terdapat pada UU 17/2003, UU 1 /2004, UU 15/2004, UU 19/2003, UU 40/2007, dan UU 31/1999 jo UU 20/2001. Akibatnya adalah munculnya disharmoni penafsiran hukum, judicial dictatorship, disparitas hukum , tiadanya mekanisme peralihan dari ranah hukum pidana ke ranah perdata dll yang tercermin pada putusan hakim tindak pidana korupsi.

Menurut Adi Toegarisman, disharmoni tersebut berimplikasi munculnya ketidakefisienan dalam proporsi  jumlah biaya penanganan tindak pidana korupsi dan kerugian keuangan negara sebagai akibat tindak pidana korupsi dibanding dengan jumlah kerugian keuangan negara  yang dapat dikembalikan kepada negara (h 150). Ini adalah sebuah masalah besar.

Masalah  ini pula yang  mengingatkan kita bahwa pemberantasan korupsi tidak melulu berkutat kepada pencegahan dan penindakan seperti operasi tangkap tangan dll, namun perlu juga disimak dengan cermat kondisi konsep-konsep  hukum yang mengurusi tindak pidana korupsi.  Disinilah letak dimana  posisi paradigma yang ditawarkan oleh Adi Toegarisman. Pada tataran ideal, paradigma ini ingin mengeliminasi terjadinya disharmoni hukum, unifikasi penafsiran hukum, menangani peralihan dari ranah pidana ke perdata, serta memberi acuan nilai efisiensi ekkonomi terhadap penanganan kerugian negara.

Kekuatan seorang karier dalam sebuah profesi adalah dia bisa mengemukakan sebuah realita secara runtut dan memiliki nilai.  Hal inilah  yang ada pada buku ini.Penjelasan yang runut dan contoh kasus-kasus membantu kita memahami alur cara berpikir penulis. Buku ini akan bermanfaat khususnya kepada para penegak hukum , dosen dan mahasiswa hukum, dan siapapun yang peduli kepada pemberantasan korupsi.

 

Judul                      : Pemberantasan Korupsi : Dalam Paradigma Efisiensi

Penulis                  :Dr M Adi Toegarisman SH MH

Penerbit                : Penerbit Buku KOMPAS 2016

Hal                           : xii + 156 hal

 

 

Diposkan pada Anak

Anak Terlambat Bicara Jangan Diratapi, Melainkan Dampingi

foto-buku-resensi

Proses perkembangan anak tentunya mendapat perhatian orang tua, mulai dari lahir hingga ke usia tertentu. Orang tua dalam kesehariannya mengamati secara langsung peningkatan apa saja yang dimiliki buah hatinya mulai dari fisik dan non fisik. Bagi beberapa orang tua, mereka menyadari bahwa anak mereka ternyata memiliki kondisi perkembangan yang berbeda dibanding dengan anak lainnya. Salah satu contohnya adalah keterlambatan bicara pada anak. Bagi beberapa orang tua kondisi ini memberikan rasa stress yang melemahkan. Biasanya hal ini diperparah oleh stigma yang diberikan oleh lingkungan sosial mengenai kondisi anak terlambat bicara.Sebaliknya,bagi orang tua yang tangguh, mereka akan segera mencari informasi tentang kondisi anaknya melalui dokter anak, psikolog anak, diskusi  dengan orang tua lain yang memiliki masalah yang sama. Harapannya, mereka dapat memiliki informasi yang bisa mendukung perkembangan anak.

Buku yang ditulis oleh Julia Maria van Tiee ini berangkat dari kisah nyata perjuangannya memberikan  perhatian anaknya yang berkebutuhan khusus. Ia memahami benar bahwa kondisi keterlambatan bicara pada  anak menjadi momok bagi para orang tua. Terlebih, karena banyaknya publikasi tentang autisme yang memasukkan keterlambatan bicara pada anak sebagai salah satu gejalanya.

pendidikan-anakku-terlambat-bicara

Perjuangan Julia Maria van Tiee tidaklah mulus. Ia mendapatkan kenyataan bahwa hal keterlambatan bicara pada anak belum mendapat pemahaman yang seragam dari pemerintah, praktisi kesehatan yang  berkaitan dengan anak berkebutuhan khusus dan para orang tua yang memiliki anak terlambat bicara. Dalam kondisi seperti inilah, buku ini memberikan sebuah informasi berharga  yakni bagaimana kita memiliki pengertian tentang keterlambatan bicara pada anak dan bagaimana kita bersikap mendampingi pendidikan mereka.

Buku ini sebenarnya adalah buku lanjutan dari buku Anakku Terlambat Bicara (Prenada Media,2007). Banyak informasi yang ditulis berdasar pengalaman pribadi dan literatur ilmiah sehingga informasi yang ada di buku ini akan sangat membantu para orang tua dalam mendampingi buah hati yang terlambat bicara.

 

Judul                                    : Pendidikan Anakku Terlambat Bicara

Penulis                                : Julia Maria van Tiee

Penerbit                              : Prenadamedia Group

Halaman                             : xiv + 488

Diposkan pada Tak Berkategori

Bagaimana Membuat Ide, Kampanye,Produk Kita Menjadi “Getok Tular”?

contagious4

Sadar atau tidak sadar, dalam perbincangan kita dengan orang lain baik itu di rumah ( keluarga), tempat kerja, kampus dll, kita menyebut sebuah merek dagang, atau cerita tentang postingan online  yang sedang populer,diskon sebuah produk, ataupun keluhan dari sebuah layanan jasa.Hal-hal ini disebut sebagai konten. Cara berbincang kita bisa melalui bertatap muka,  lewat grup seperti  WhatsApp, ataupun media sosial seperti Facebook,twitter dll. Faktanya, perbicangan konten tersebut  bukan hanya kita. Namun orang lain diluar kitapun juga berbincang kepada orang lain lagi tentang konten yang bisa sama ataupun berbeda. Artinya, dalam satu hari perbicangan sebuah  konten ini  terjadi bekali-kali dan bersambung dikemudian hari oleh orang-orang yang bisa berbeda . Nah perbincangan konten  inilah yang disebut c o n t a g i o u s atau dalam masyarakat kita biasa disebut getok tular.

countagius1

Menariknya adalah,tema konten  perbicangan ini ada yang menjadi viral atau terus diperbincangkan namun ada pula yang tidak terdengar lagi. Disinilah Jonah Berger menjelaskan bahwa ada rahasia yang menjadikan sebuh tema, cerita, peristiwa ataupun merek dagang menjadi populer ataupun tidak.  Bagi Berger, terdapat 6 prinsip penularan  bagaimana sebuah cerita, kabar dan informasi beredar di masyarakat.  Jika sebuah konten memiliki 6 prinsip ini yakni :Mata Uang Sosial, Pemicu,Emosi, Umum, Nilai Praktis dan  Cerita, maka kemungkinan besar akan terjadi getok tular.

JIka Anda adalah seorang pemilik atau manajer sebuah perusahaan baik skala kecil maupun besar, seorang penulis yang ingin tulisannya tenar, seorang politisi yang membutuhkan suara dari para pemilih, seorang aktiivis yang sedang mengkampanyekan sesuatu, ataupun seorang penulis iklan yang menginginkan iklannya menjadi perbincangan, maka buku ini adalah referensi yang bagus.

 

Judul                    : Contagious

                               Rahasia Di Balik Produk Dan Gagasan Populer

Penulis                 : Jonah Berger

Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama

Halaman             : IX + 297

Diposkan pada Tak Berkategori

Gagasan Yang Hidup adalah Gagasan Yang Melekat

20161210_170328

Saya sesekali masih membuka sebuah video ini di youtube yang diunggah oleh Andrea Gardner  berjudul The Power of Words (https://www.youtube.com/watch?v=Hzgzim5m7oU). Sumbangan yang diberikan kepada seorang pengemis tua tiba-tiba menjadi banyak dari para pejalan kaki yang melintas didepannya. Ini terjadi setelah seorang perempuan cantik lewat didepannya. Ia melewati pengemis, kemudian berbalik kembali mendekati pengemis itu. Ia tidak memberikan koin, melainkan mengambil kardus  yang tertulis sebuah tulisan yakni I’m blind please help. Perempuan itu membalikkan sisi tulisan tadi, dan menulis  sesuatu k a t a   m a g i s  : It’s a beautiful day and I cant’s see it. Gagasan ini terwujud pada kata-kata yang berhasil  merubah mindset  orang yang membaca dan menghasilkan tindakan mereka memberikan koin.

Setiap hari mungkin kita mendapatkan gagasan untuk keperluan studi atau perkerjaan ataupun hobi. Kemudian kita sampaikan kepada orang lain. Ada yang tertarik, ada yang ,menganggap biasa malah acuh  tak acuh. Hal ini biasa terjadi.  Bahkan bila kita telah secara tekun mengulang-ulang  gagasan tersebut, dan ternyata tidak mendapatkan respon yang  diinginkan, mungkin kita akan merasa jenuh ,stress, dan bingung  mengapa gagasan kita tidak menarik dan mati.

Disinilah salah satu sumbangan Chip Heat & Dan Heath melalui buku ini. Mereka telah meneliti banyak sekali gagasan  melalui serangkaian eksperimen . Dari eksperimen-eksperimen ini , mereka menemukan prinsip  dari gagasan yang melekat.

Prinsip gagasan yang melekat inilah yang bisa menjawab mengapa sebuah gagasan baik belum tentu diterima, sedang gagasan buruk malah mendapat tempat dalam perbincangan publik. Atau,  mengapa sebuah kabar burung begitu cepat menyebar dan  hingga kini masih diperbicangkan, contoh seperti  Tembok Besar China adalah benda buatan manusia yang dapat dilihat dari  luar angkasa. (Padahal  tidaklah demikian. Tembok  Besar China itu memang sangat panjang tapi tidak terlalu lebar. Jika Tembok Besar ini terlihat ,maka jalan tol antar Negara bagian  (Amerika) akan terlihat juga, dan kemungkinan juga beberapa took Wal-Mart/halaman 14). Masih banyak kabar burung disekitar kita yang bisa dipelajari lebih mendalam mengapa kabar tersebut  tetap bertahan sampai sekarang.

Heat Bersaudara ini tidak saja menuliskan penjelasan tentang kelekatan , melainkan menuntun kita membuat sebuah  gagasan yang melekat. Prinsip kelekatan ini pula yang bisa membantu kita mempersiapkan sebuah presentasi  gagasan yang tidak bertele-tele namun mampu merubah cara pandang yang mendengarkan. Apapun profesi kita, buku ini akan membantu dalam pola komunikasi kita.

 

Judul Buku          : Made To Stick : Strategi Agar Gagasan Kita Melekat di Benak Orang Lain

Penulis                 : Chip Heat & Dan Heat

Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama

Halaman              : ix + 417

Diposkan pada manajemen, Profesi, Tak Berkategori

Presentasi Itu Butuh Seni  

buku

Buku ini tidaklah tebal. Bila kita memiliki waktu  paling lama 2 jam, pasti isi di dalamnya kan habis terbaca. Walau begitu, manfaat dari isi buku ini melebihi ketebalannya.  Buku ini mengajak kita menengok sebentar tentang kapan dan dimana kita melakukan presentasi. Jangan dibayangkan, Budiman Hakim, si penulis akan mencuplik teori teori modern tentang presentasi. Malah, yang ada adalah cerita mengalir dengan gaya ngobrol kesana kemari tanpa melupakan bobot .  Ini mengasyikan dan tidak membuat bosan.

Saya terkesan dengan salah satu judul dalam buku ini tentang presentasi 60 detik. Saya berimajinasi seakan-akan saya  harus mempersiapkan presentasi itu, tapi masalahnya apa yang harus saya sampaikan dengan durasi sependek itu? Budiman Hakim mengingatkan lewat “obrolannya” bahwa kesuksesan presentasi seperti ini bukan semata terdukung oleh bagus tidaknya materi presentasi, maksimal tidaknya kreatifitas, melainkan juga kepada siapa presentasi ini ditujukan. Di buku ini, ia bercerita tentang kisah nyata presentasi 60 detik yang efektif.

Lain lagi, kisah tentang presentasi ala  bartender dan agen asuransi  menjadi kisah yang membuat kita paling tidak senyum-senyum. Kisah-kisah tersebut merupakan  kisah nyata dari Budiman Hakim. Dalam keseharian seorang bartender  yang bertugas meramu dan menyajikan minuman special, ternyata terdapat  ilmu bagaimana  mendapatkan  informasi apa yang diinginkan konsumen dan bagaimana kita memuaskannya.  Sedang kisah presentasi ala agen asuransi yang ada di kisah tersebut, mengingatkan kita pentingnya menjaga rasa”trust”. Bila kita mendapat “trust” yang bagus, apa yang kita tawarkan kepada orang lain pasti lebih mudah di terima. Sebaliknya, bila kita telah mendapat citra diri yang tidak bagus, sebaiknya segeralah  mencari orang yang kira-kira tidak tahu tentang diri kita.

Budiman Hakim adalah pekerja di  bidang kreatif. Setiap harinya, ia bisa bertemu orang lama dan orang baru untuk menjual gagasan kreatifnya. Pada buku ini, Budiman Hakim menuangkan ilmu-ilmu lewat kisah nyata yang ia dan teman-temannya alami.  Memang bacaan yang ada di buku ini lebih dekat dengan dunia periklanan, namun bagi kita yang berkarier dibidang lain tetap bisa mendapat ilmu seni  presentasi yakni  sentuhan-sentuhan kecil yang memuluskan presentasi layaknya udara yang ada di ban sepeda akan membuat ban tersebut menggelinding dengan lancar walau diatas bebatuan. Bayangkan bila tidak ada udara,  roda akan berputar namun terasa sakit karena selalu bergesekan dengan jalan.

Judul Buku                          : Saya Pengen Jago Presentasi

Penulis                                : Budiman Hakim

Penerbit                              : Galang Pustaka

Cetakan                              : 1 (2015)

Halaman                             : xiv + 178 halaman