Sularsih Condro Rini: “Public Relations Zaman Now Harus Seperti Apa Sih??”

IMG20171113121303
@rorocondrokirono


Lanjutkan membaca “Sularsih Condro Rini: “Public Relations Zaman Now Harus Seperti Apa Sih??””

Linda Lasito : “ Imajinasi Saya Mudah Mengalir Mengikuti Alur Cerita Ini….,”

2016_0820_15582900

“ Saat membaca judul buku ini, saya menduga isi buku ini tentang perjuangan seorang wanita menjadi cantik. Perjuangan ini berat dan menyakitkan,” ungkap Linda lasito saat ditanyai tentang kesannya sewaktu membaca buku ini. Ternyata bukan.

Buku ini berisi cerita novel. Dengan tokoh awalnya  yakni Dewi Ayu, cerita berlatar sejarah masa penjajahan mengalir  hingga halaman terakhir  (479). Dewi Ayu dikisahkan sebagai sosok yang cantik. Ia anak dari seorang ayah berkebangsan Belanda dan Ibu dari lokal. Banyak lelaki yang tergoda dan memiliki hasrat kepadanya.Ketika Jepang masuk menjajah, kehidupannya tidak berubah. Ia bahkan terseok masuk kedalam rumah prostitusi yang bernama Mama Kalong.  Bahkan Dewi Ayu menjadi pelacur yang paling mahal disitu.

Lambat laun, ia melahirkan anak-anak   perempuan yang ia tidak tahu siapa ayah biologis mereka. Hingga suatu saat ia merasa bahwa kecantikan para putrinya itu bisa mendatangkan nasib tidak baik bagi mereka, maka ia memiliki doa agar anak keempatnya itu jelek.

20170331_124406

“ Buku ini sebenarnya membahas tentang perempuan, seksinya “kecantikan” bagi pria dan wanita, terkungkungnya perempuan  dalam sebuah waktu sejarah serta konflik didalamnya,” kata Linda yang berprofesi sebagai penyanyi. Ada benarnya juga pendapat pecinta musik all around ini. Bila membaca halaman demi halaman, Eka Kurniawan menuliskan begitu hidup lika liku kehidupan Dewi Ayu dan anak-anaknya, serta orang-orang yang tersangkut dengan kehidupan mereka. Bahasa percakapannya pun terasa lugas dan membumi. “ Imajinasi saya mudah mengalir mengikuti alur cerita ini. Seperti nonton film. Jadi seperti bisa melihat langsung suasana, pakaian para pemain, bahkan mimik muka pemainnya,” ugkap Linda.

Baginya, buku ini bagus dan  menjadi salah satu buku favoritnya. Tentu saja. Buku ini dicetak pertama sejak tahun 2004 dan telah menginjak cetakan ke sebelas (2016). Buku ini juga telah dialihbahasakan ke berbagai bahasa lainnya. Artinya, telah ada pengakuan tentang “hebatnya” buku ini.

Saat ditanya tentang kesannya pada keseluruhan isi buku ini, Linda mengatakan bahwa ia malah mendapat inspirasi mencipta lagu berdasar kisah buku ini.owwww…(*)

Judul Buku                          : Cantik Itu Luka

Penulis                                 : Eka Kurniawan

20170331_123013

Jumlah Halaman               : 479

Penerbit                              : PT Gramedia Pustaka Utama

Theodora Esti Maryunani : “Sebaiknya Para Karyawan Harus Tahu Hak dan Kewajibannya”

IMG-20170307-WA0011Karyawan adalah pihak yang sangat penting bagi perusahaan.  Mereka bekerja melakukan hal-hal yang sudah ditetapkan perusahaan. Keterikatan karyawan dan perusahaan ini dijabarkan dalam perjanjian kerja. Pada perjanjian  kerja ini pula, hak-dan kewajiban  karyawan dirumuskan. “ Untuk itulah, sebaiknya para karyawan harus tahu hak dan kewajibannya,” kata Theodora Esti Maryunani

Perempuan berkulit putih yang bekerja sebagai staf Human Resources di sebuah perusahaan ini beranggapan bahwa  pengetahuan tentang hak dan kewajiban ini berfungsi untuk melindungi keberadaan dan pekerjaan mereka serta membuat mereka nyaman.  Acap kali, karyawan kurang peduli terhadap hak-hak mereka karena terfokus pada pekerjaan. Saat terjadi masalah, barulah mereka merasa bahwa ada informasi-informasi  yang seharusnya mereka tahu.20170303_113708

Perempuan yang akrab disapa Esti ini merekomendasikan sebuah buku berjudul Hak dan Kewajiban Pekerja  yang ditulis oleh Jimmy Joses Sembiring SH MHum. “Buku ini memberikan gambaran tentang hubungan kerja yang terjadi antara karyawan dan perusahaan,”katanya.  Buku ini juga memberi informasi, bahwa Negara juga terlibat mengatur hubungan kerja antara karyawan dan perusahaan melalui serangakaian peraturan yang sudah dikeluarkan. “ Jadi karyawan jangan hanya paham tentang kontrak kerjanya, namun juga peraturan negara yang mengatur tentang relasi karyawan dan perusahaan,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut, Esti mengingatkan bahwa setiap perusahaan memiliki budaya kerja yang berbeda-beda. Oleh karena itu, perlu adanya komunikasi yang terus menerus antara karyawan dan perusahaan agar bisa seiring.(*)

 20170307_194701

Judul Buku                          : Bacaan wajib Setiap Karyawan;Hak dan Kewajiban Pekerja Berdasarkan Peraturan Terbaru

Penulis                                 : Jimmy Joses Sembiring SH MHum

Penyunting                        : Fitria Pratiwi

Penerbit                              : Visimedia (Cetakan Pertama,2016)

Lusi : “Membuatkan menu yang disukai anak itu, menyenangkan!”

img-20170220-wa0012Ditemui saat bersantai di tempat kerjanya, Lusi Sariningtyas sedang menyimak sebuah buku yang  tampaknya menarik minatnya. Saat didekati, ternyata buku yang dibacanya  tentang 50 resep sajian enak isi buah. “ Anakku kurang suka buah yang polos,” ceritanya. Ia kebingungan bagaimana membuat sang buah hati mau mengkonsumsi banyak buah karena ia tahu bahwa buah sangat dibutuhkan tubuh. Buah memiliki kandungan  vitamin dan mineral yang baik, serta antioksidan yang mampu menghindarkan dari  berbagai penyakit

Perempuan berbintang Leo ini mengatakan bahwa anaknya akan mau  makan buah bila sudah dicampur dengan bahan yang lain,sehingga Lusi butuh referensi tambahan untuk menyajikan menu berbahan dasar buah.

“ Buku ini memberi referensi yang banyak,” katanya lagi sambil membuka-buka halaman buku yang berjudul Anak Sehat Gemar Makan Buah, tulisan dari Tuti Soenardi. Menurut Lusi, gambar primg-20170220-wa0006oduk yang jelas memudahkan ia mendapat gambaran apakah bentuk hasil jadinya akan disukai anaknya atau tidak.”Selain rasa, tekstur nya juga harus bagus sehingga anakku akan suka,” jelasnya.

Saat sampai pada halaman 94, tangannya berhenti membuka halaman. Ia mengamati gambar pada halaman itu. “ Sepertinya ini bisa nih, buat di weekend” katanya lagi dengan ceria. Ternyata yang ia tuju adalah menu pudding cokelat cocktail buah. Tekstur pudding cokelat tampaknya menarik dan ia yakin anaknya akan menyukainya. Sambil tersenyum, ia berkata ,” Membuatkan menu yang disukai anak itu,menyenangkan!”

Owww, ibu yang baik.

 

img-20170220-wa0015

Judul Buku                          : 50 Resep Ssajian Enak Isi Buah

                                                  Anak Sehat Gemar Makan Buah

Penulis                                 : Tuti Soenardi

Penerbit                              : PT Gramedia Pustaka Utama

Dipta :” Ini Cerita Pramoedya Tentang Perempuan…”

fullsizerender1Pramoedya Ananta Toer adalah  salah satu penulis terkenal di Indonesia.Semasa hidupnya, Pramoedya telah menghasilkan karya yang monumental.  Karya-karya  tulisannya telah  diakui hingga manca Negara melalui penterjemahan ke berbagai bahasa. Beberapa bukunya lahir dari kisah pengalamannya hidup sebagai tahanan di pulau buru. Oleh karena itu, aroma sejarah sangat kental saat kita membaca buku-bukunya.

“ Sebenarnya saya tidak terlalu suka sejarah seperti yang diajarkan di sekolah, namun jika dihadirkan dalam wujud novel, saya suka membacanya,” kata Dipta disela-sela menyelesaikan bab terakhir buku yang berjudul Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer.

“ Buku ini berisi tentang kumpulan surat-surat Pramoedya ketika masih berada di Pulau Buru bersama teman-teman seperjuangannya,” kata gadis pemilik nama lengkap Christina Liapradipta. Menurut Dipta, Pramoedya menghidupkan kembali sebuah tuturan peristiwa yang menimpa gadis-gadis lokal jawa yang terjebak sebuah janji-janji manis pada masa  penjajahan Jepang. Gadis-gadis  itu bukanlah berasal dari keluarga melarat. Mereka bahkan termasuk golongan berada dan terpelajar. Mereka masuk perangkap setelah terkena iming-iming mendapat pendidikan yang lebih baik.

Ternyata nasib mereka tidaklah seindah impian. Mereka tidak pernah sampai ke Tokyo dan Shonanto. Kapal yang mereka tumpangi berbelok arah seperti nasib mereka. Tentara Jepang menjadikan para perawan ini sebagai  budak seks. Mereka bertahan semampu mereka dalam kondisi yang nyaris tanpa perlindungan.Hidup mereka nyaris selalu tergantung kepada orang lain.

Ketika masa penjajahan Jepang telah lewat, kehidupan mereka nyaris lenyap. Beruntungfullsizerender2 Pramoedya masih bisa menemukan jejak-jejak  keberadaan dan cerita mereka.  Jalinan-jalinan cerita tentang kisah pilu, hancurnya rasa harga diri dan harapan-harapan yang masih tersisa dari para perempuan itu.

Cerita ini seperti membaca sejarah yang tidak ada di sekolahan.  “ Saya seperti menemukan sebuah cerita sejarah baru yang jarang diperbincangkan,”jelasnya.

Dipta menunjukkan sisi sampul belakang. Disana terdapat penggalan tulisan surat Pramoedya, yakni : kalian para perawan remaja telah aku susun surat ini untuk kalian bukan saja agar kalian tahu nasib buruk yang biasa menimpa para gadis seumur kalian, juga agar kalian juga punya perhatian kepada sejenis kalian yang mengalami kemalangan itu..Surat kepada kalian ini juga semacam pernyataan protes , sekalipun kejadiannya telah puluhan tahun lewat..

Pramoedya mengirim sebuah peringatan  bagi para perempuan bahwa nasib tokoh-tokoh dalam cerita itu  bisa menimpa mereka dalam bentuk yang berbeda. Peringatan ini juga merupakan rasa protes Pramoedya kepada siapapun yang tidak peduli tentang perempuan. Termasuk di waktu kini.

“Ini cerita Pramoedya tentang perempuan yang  ditujukan kepada kita baik untuk para perempuan dan laki-laki yang peduli tentang hal perempuan,” kata Dipta lagi.

 img_0720

 Judul Buku                         : Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer

Penulis                                 : Pramoedya Ananta Toer

Percetakan                         : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)

Halaman                              : ix + 248

Ratih : “Crowdsourcing itu harus smart..”

20170206_170226Pada zaman ini, istilah crowdsourcing sudah dikenal dimana-mana. Kata itu adalah istilah bagi tenaga lepas harian (freelancer) yang tersebar di seluruh dunia.  Mereka harus cermat,dan smart membantu keberhasilan sebuah proyek yang ditawarkan kepada mereka, dan uniknya, orang atau perusahaan yang memiliki proyek ini belum tentu pernah bertatap muka dengan para freelancer ini. Semuanya ini bisa terjadi  karena teknologi online sudah bisa memfasilitasi hal tersebut.

“ Crowdsourcing itu harus smart, karena biasanya proyek yang mereka bantu adalah proyek yang penting,” kata Diatri Nariratih yang  sehari-hari menangani proyek-proyek berbasis online di sebuah media cetak ini. Saat membuka-buka buku berjudul “Jadi Freelancer Kaya” di sebuah tempat yang biasa ia datangi ini, Ratih-nama panggilannya- mulai menikmati rentetan kata yang mengundang perhatiannya, yakni halaman isi. Baginya, buku ini berbobot. Tulisan yang ada di buku karangan Daniel G Pratidya ini bisa menjadi sebuah handbook atau pedoman bagi siapa saja yang akan memulai profesi sebagai freelancer online.

Disini, Daniel G Praditya menuliskan pentingnya mengetahui motivasi diri dan kebutuhan persiapan diri bila siap terjun ke dunia ini. Daniel juga menuliskan informasi penting bagaimana menyusun sebuah proposal agar memuluskan jalan mendapatkan order.

20170206_1701521“Ini informasi bagus,tentang tips membuat perhitungan harga penawaran dan waktu kerja,” kata Ratih sambil menunjuk halaman 129. Dihalaman seterusnya, Daniel menuliskan tentang tips penting lainnya. Diantaranya adalah cara mempertahankan pelanggan alias pihak pemberi order. Para freelancer juga harus tahu bagaimana hendaknya bersikap agar hubungan dengan pelanggan dapat terjaga dan menimbulkan order selanjutnya.

Saat ditanya apa dia akan menjadi seorang freelancer, perempuan yang pernah belajar tari jawa ini tersenyum dan menjawab diplomatis,” Bila membaca buku ini maka untuk menjadi seorang freelancer  profesional perlu persiapan ketrampilan dan mental. Saya perlu persiapan untuk itu. Ini pekerjaan menarik”.

20170207_094531

 Judul Buku                         : Jadi Freelancer Kaya            

Penulis                                 : Daniel G Pratidya

Penerbit                              : Visimedia

Halaman                              : xviii + 206

Astri: “Selalu Muncul Rasa Sayang , Jadi Gak Rela Jika Dibuang”

3

Salah satu hal yang paling melelahkan bagi perempuan cantik ini adalah beres-beres rumah alias merapikan, menyeleksi, dan membuang barang-barang yang sudah rusak ataupun tidak diperlukan lagi. Namun tak berapa lama, pastilah ditemukan barang yang tergeletak bukan pada tempatnya. Begitulah seterusnya hingga nanti ia memiliki waktu untuk beres-beres lagi. Hal ini secara sadar atau tidak, sudah menjadi pola yang terbiasa. “Sering merasa lelah jika sebentar-sebentar harus merapikan lagi. Makanya kalau senggang baru bisa nyicil beres-beres” katanya.

Di awal  membaca karya Marie Kondo, Astri menemukan beberapa hal yang baru tentang seni  beres-beres. Salah satu hal yang menarik adalah ungkapan ini “Mending Merapikan Sekaligus Daripada Sedikit-Sedikit” (hal 4).  Ini yang membuatnya ingin meneruskan membaca buku hingga habis. Di halaman berikutnya, Marie Kondo,seorang konsultan terkenal di Jepang untuk urusan menyulap rumah yang berantakan menjadi tempat tinggal yang nyaman, menuliskan beberapa kebiasaan umum lainnya yang menurutnya bisa menghambat tujuan  beres-beres rumah yakni bisa memperbaiki kualitas hidup kita.

2

Saat ditanya, hal apa yang paling susah waktu beres-beres, perempuan yang fasih berbahasa inggris ini mengatakan bahwa ia susah sekali membuang barang, terlebih yang masih tampak  bagus.” Selalu muncul rasa sayang , jadi gak rela jika dibuang”,katanya lagi.

Menurut Marie Kondo,terpengaruh oleh rasa sayang  saat menyeleksi barang, bisa membuat  usaha kita beres-beres terancam gagal. Marie Kondo punya pendapat unik yang  bisa membantu  yakni  jangan memulai dari barang-barang kenangan jika tidak mau gagal.(hal 37).

Ketika ditanya lagi mengenai komentarnya tentang buku ini, lulusan S2 Komunikasi konsentrasi Media and Communication Studies  ini tersenyum manis sambil berujar, “ Tulisan pada buku ini sangat mudah dimengerti. Bahasanya sederhana. Tapi ilmunya sangat besar bagi kita semua”.

 

Judul Buku          : The Life-Changing Magic of Tidying Up

Penulis                  : Marie Kondo

Penerbit               : Penerbit Bentang,2016

Halaman               : xviii + 206

Neta Tata : …Peran Funding Officer Ini Adalah Ujung Tombak….

foto-2

Ditemui saat santai, Neta Tata sedang membuka-buka sebuah buku yang berjudul Practical Guide To Effective Account Management for Selling funding Product& Service. Apa gerangan ia membaca buku itu? Apakah ia seorang Funding Officer?

Ternyata bukan.

Ketika ditanya mengapa ia membaca buku itu perempuan berkacamata ini  mengatakan bahwa ia ingin menghadiahkan buku itu untuk temannya yang  baru saja diterima bekerja di sebuah  Bank.  Pada awalnya, perempuan yang berprofesi sebagai Account Executive sebuah media cetak terkenal di Yogyakarta ini ingin menghadiahkan buku jenis novel. Namun saat  ia melihat buku ini disebuah rak buku, ia langsung tertarik.

Buku yang mengangkat tentang profesi Funding Officer seperti profesi temannya itu cukup langka beredar di dunia buku. “ Ini buku yang langka dan tulisannya mudah dimengerti,” katanya sambil membuka-buka buku yang ditullis oleh Maryam Idawati, sorang ex- banker yang telah berpengalaman hampir 20 tahun.

“ Bila membaca buku ini, kita jadi tahu kalau peran Funding Officfoto-4er ini adalah ujung tombak lembaga perbankan. Mereka harus smart mencari nasabah baru, menjalin hubungan yang profesional dan  mengerti kebutuhan bisnis nasabahnya,” kata Neta Tata lagi.  Buku ini menjadi panduan yang bermanfaat bagi para Funding Officer yang mulai berkarir di dunia perbankan.

“Saya berharap ia senang mendapatkan buku ini,”

 

Judul Buku         :

Practical Guide To Effective Account  Management for Selling funding Product&  Service

Pedoman Praktis Account Management   Yang Efektif Dalam Memasarkan Produk dan Layanan Funding

 

Penulis                 : Maryam Idawati

Penerbit              : PT Edcore Indonesia

Percetakan         : PT Persada Utama Tirta Lestari

Halaman              : x+133

 

 

Mau Punya Usaha Pertanian Di Kota? Bisa

 

Bila kita tinggal diperkotaan, terlebih perkotaan yang memang memiliki akititas ekonomi yang tinggi, akan mudah melihat kondisi seperti padatnya kendaraan bermotor yang sering membuat   kita mencium asap kendaraan, sempitnya gang masuk ke suatu kampung, antar rumah saling merapat bahkan hanya berbatas tembok, aktifitas ekonomi yang bisa berlaku 24 jam seakan tanpa jeda, dll.  Bahkan, bagi para pekerja, hari libur selalu terasa kurang agar mendapatkan emosi dan tubuh yang segar. Lalu, apa ada suatu tawaran yang bagus bagi kita dengan kondisi tadi?

Ada. Konsep Urban Farming menawarkan kepedulian kita tentang  perawatan lingkungan, lahan pertanian produktif yang dikawatirkan semakin tergerus alih fungsi lahan menjadi perumahan sehingga mengancam

uf

ketahanan pangan kita, dan tumbuhnya profesi pertanian di tengah ataupun pinggiran perkotaan.  Khsususnya tentang profesi petani kota, profesi ini mulai bertumbuh dibeberapa kota  dan secara nilai ekonomi sangat menjanjjikan untuk meraih keuntungan.

Urban Farming tidak merujuk kepada aktifitas bercocok tanam saja, melainkan juga beternak dan memelihara ikan. Secara singkatnya, kita bisa memanfaatkan lahan sesempit apapun untuk membuat lingkungan yang lebih segar dan indah serta menghasilkan secara ekonomi.

Perbicanangan tentang urban farming sebenarnya sudah banyak. Bisa kita simak di blog, Koran, televisi, atau bahkan melalui medsos. Informasi seperti ini cukup banyak namun tidak tertata secara sistematis. Buku ini hadir salah satunya untuk memberi informasi yang sistematis tentang konsep urban farming mulai dari pengertian, masalah pengembangannya hingga kepada  bentuk-bentuk budidaya yang bisa dikerjakan,.Walau belumlah detil mengenai contoh  budidaya nya, buku ini tetap menginspirasi siapapun yang peduli kepada lingkungan dan ingin menjadi petani di kota.

 

Judul Buku          : Urban Farming: Gaya Bertani Spesifik Kota

Penulis                 : Nugraheni Widyawati

Penerbit              :Lily Publisher

Percetakan         : Andi Offset

Halaman              : xviii + 258

Intervensi Bahasa Pada Anak Gifted Terlambat Bicara

 

Ternyata, anak Gifted yang terlambat bicara menanggung resiko besar seandainya orang tua tidak memiliki informasi yang tepat mengenai keadaan anak tersebut. Anak tersebut berpotensi dimasukkan kedalam kelompok lain seperti autis,ADHD,disleksia dll. Padahal penanganan masing-masing keadaan anak  yang membutuhkan perhatian khusus tidaklah sama. Salah pendampingan, bisa berakibat memperberat keadaan mereka dimasa mendatang.buku-anak-gifted-dan-sli

Pada buku ini, Julia Maria van Tiel kembali membukukan cerita pengalamannya mendampingi buah hatinya yang pada saat usia 3 tahun didiagnosis Taal Ontwikkwling Stoornisme/TOS atau gangguan perkembangan bicara dan bahasa. Dalam Bahasa Inggris, keadaan ini dikenal sebagai Spesific Languange Impairment (SLI). Julia Maria menjelaskan perlunya keaktifan orang tua untuk mendampingi anak terlambat bicara melalui pemahaman SLI. Pemahaman SLI menuntut keaktifan orang tua memberikan  intervensi bahasa kepada anak berupa stimulasi .

Selain karena buku ini juga masih terbilang baru (oktober 2016), buku ini untuk melengkapi tulisan Julia Maria dari buku-buku sebelumnya yang berkonsentrasi pada anak Gifted terlambat bicara.  Buku ini memang bercerita banyak tentang pengalaman Maria Julia mendampingi anaknya, namun yang dipaparkan disini juga menggunakan banyak referensi ilmiah. Harapannya, buku ini menjadi referensi penting dan  membantu peran orang tua dalam mendampingi buah hati yang gifted terlambat bicara.

 

Judul                                     : Anakku Gifted Terlambat Bicara : Masalah& Intervensi Bahasa     Pada Anak Gifted Plus SLI

Penulis                                 : Julia Maria van Tiel

Penerbit                              : PRENADA

Percetakan                         : PT Fajar Interpratama Mandiri

Hal                                         : x+196