Melisa Febriana Panjaitan : “ Aku …nggak bosenin..”

Dunia perbukuan dan literasi bukanlah hal asing bagi Melisa Febriani Panjaitan. Sejak dari kecil, ia sudah suka membaca buku. Di waktu  SMP, Melisa  sudah terbiasa menulis. Lulus kuliah ,jejak literasinya sudah terekam melalui karya-karyanya   yakni  Panilaran dan Bagong.  Dua karya itu adalah novel yang sudah diterbitkan dengan nama penulis Odilia Melisa. Bahkan, Panilaran telah difilmkan. PerempuanLanjutkan membaca “Melisa Febriana Panjaitan : “ Aku …nggak bosenin..””

Asha Nuria Novitasari : “Yang Sedang Pedekate…”

Sebuah novel tampak tergenggam di jemarinya.  Bergambar lelaki telanjang dada sambil tangannya sedang mengolah menu. “ Aku coba baca buku genre lain,”kata Asha . Biasanya tema favoritnya adalah perempuan, namun kali ini ia memilih novel roman. Novel ini  berjudul  Too Hot to Touch  yang ditulis oleh Louisa Edwards. Walau bukan buku baru, menurut Asha, temanyaLanjutkan membaca “Asha Nuria Novitasari : “Yang Sedang Pedekate…””

Pipit Tita Adhitya : Memaafkan Dipilih Dari 1000 Alasan Untuk Membenci

 “Bila saat ini kita sedang marah dan membenci seseorang atau sekelompok orang, dan merasa sukar berdamai dengan kemarahan itu, ada baiknya nikmati makanan favorit atau  tidur demi meredakan perasaan itu. Setelahnya, silakan baca buku ini,” kata Tita, panggilan akrab dari Pipit Tita Adhitya.   Ditangannya terdapat sebuah buku yang berjudul I Shall Not Hate tulisanLanjutkan membaca “Pipit Tita Adhitya : Memaafkan Dipilih Dari 1000 Alasan Untuk Membenci”

Esterlita Damayanti : “Aku Yang Dulu,Aku Yang Sekarang, dan Aku Yang Akan Datang adalah..”

“Ini adalah novel baru di bulan Januari tahun ini,” tutur  Ester sambil menunjukkan sebuah buku tebal yang sampulnya tergambar seorang pelajar Sekolah Dasar. Disitu ada sebuah tulisan mencolok berwarna merah “ Darah Muda”. Pada awalnya, Ester  mengira bahwa judulnya itu menggambarkan sosok yang masih muda, labil,mudah marah, dan emosinya sensitif. Ternyata, dugaanya lebih banyak  meleset.Lanjutkan membaca “Esterlita Damayanti : “Aku Yang Dulu,Aku Yang Sekarang, dan Aku Yang Akan Datang adalah..””

Ika Sari Rahmawati : Hanyut Dalam Kisah si Black Beauty

Jika membaca sebuah novel tentang manusia kemudian tersentuh oleh cerita yang dibaca, itu sudah biasa. Namun, jika tokohnya adalah hewan, mungkin tidak semua pembaca novel bakal tersentuh  terkecuali seperti gadis berparas manis dari Kalimantan ini , Ika Sari Rahmawati.   Bagi Ika , panggilan akrabnya, buku yang telah ia baca berjudul Black Beauty mengisahkan pengalamanLanjutkan membaca “Ika Sari Rahmawati : Hanyut Dalam Kisah si Black Beauty”

Asha Nuria Novitasari : “Kisah Janda Belia Nujood Tidak berakhir di sini…”

Buku terbitan beberapa tahun lalu, bukan berarti tidak bisa memberi inspirasi di masa kini. Jelas bagi para pembaca buku sudah memahami bahwa isi dari sebuah buku yang dibaca adalah hal yang terpenting. Isi buku tak hanya bisa menghantarkan kisah yang informatif  namun juga  bisa menggugah jiwa. “Walaupun terbitan lama, jika menginspirasi biasanya kubaca lagi,” kataLanjutkan membaca “Asha Nuria Novitasari : “Kisah Janda Belia Nujood Tidak berakhir di sini…””

Linda Lasito : “ Imajinasi Saya Mudah Mengalir Mengikuti Alur Cerita Ini….,”

“ Saat membaca judul buku ini, saya menduga isi buku ini tentang perjuangan seorang wanita menjadi cantik. Perjuangan ini berat dan menyakitkan,” ungkap Linda lasito saat ditanyai tentang kesannya sewaktu membaca buku ini. Ternyata bukan. Buku ini berisi cerita novel. Dengan tokoh awalnya  yakni Dewi Ayu, cerita berlatar sejarah masa penjajahan mengalir  hingga halaman terakhir Lanjutkan membaca “Linda Lasito : “ Imajinasi Saya Mudah Mengalir Mengikuti Alur Cerita Ini….,””

Dipta :” Ini Cerita Pramoedya Tentang Perempuan…”

Pramoedya Ananta Toer adalah  salah satu penulis terkenal di Indonesia.Semasa hidupnya, Pramoedya telah menghasilkan karya yang monumental.  Karya-karya  tulisannya telah  diakui hingga manca Negara melalui penterjemahan ke berbagai bahasa. Beberapa bukunya lahir dari kisah pengalamannya hidup sebagai tahanan di pulau buru. Oleh karena itu, aroma sejarah sangat kental saat kita membaca buku-bukunya. “ Sebenarnya sayaLanjutkan membaca “Dipta :” Ini Cerita Pramoedya Tentang Perempuan…””