Menikmati Jejak ‘Bucin’ Sabari…

Sejak dulu, Ukun menyukai banyak perempuan. Namun, perempuan yang tidak menyukainya lebih banyak lagi..(hal. 123) Ukun adalah salah satu sahabat kental nan polemik dari Sabari, si tokoh paling diperhatikan pada novel ini.  Ukun bersama Tamat menjadi sosok-sosok yang luar biasa berperan bagi kehidupan  Sabari. Mereka membawa lagi sebagian jiwa Sabari yang tercerabut selama bertahun- tahunLanjutkan membaca “Menikmati Jejak ‘Bucin’ Sabari…”

Saat pejuang memilih jalan perjuangan..

“Mid, aku ingin menyandang senjata seperti mereka.”  Ini adalah salah satu percakapan Kiram dan Amid.  Mereka terlibat dalam gerakan perjuangan pasca proklamasi Indonesia melawan tentara Belanda. Mungkin sebagian kita masih berpikiran bahwa motif  masyarakat menjadi  pejuang dulu dengan  bergabung dalam sebuah pasukan adalah langsung terlibat pertempuran melawan musuh. Namun pada novel ini karya Ahmad TohariLanjutkan membaca “Saat pejuang memilih jalan perjuangan..”

Stella Corine Haryadi : “..sisi humanisnya tetap melekat”

Membaca buku karya Andrea Hirata kemungkinan mudah  membuat pembaca hanyut. Bukan sekedar masuk kepada kisahnya, namun juga bisa membawa pembacanya kepada kenyataan kisah hidupnya.  Demikian pula dengan Stella Corine Haryadi yang jadi gelisah saat membaca di bab-bab awal, Perempuan berambut sebahu ini teringat pada rumahnya dan  khususnya ayahnya. ” Buku ini membawa saya bernostalgia keLanjutkan membaca “Stella Corine Haryadi : “..sisi humanisnya tetap melekat””