Catatan Kecil Tentang “ Ayah” dan “Ayah dan Sirkus Pohon”.

Namun juga muncul pertanyaan mengapa novel yang berjudul “ Ayah dan Sirkus Pohon” (2020) tidak selengkap “Ayah” (2015)? https://resensibukupilihan.com/2020/08/12/kejenakaan-dalam-cerita-hidup-sobirin-cs/ Tautan  di atas adalah resensi novel tulisan Andrea Hirata  yang berjudul “Ayah dan Sirkus Pohon”.  Pada  tautan tersebut  Resensi Buku Pilihan (RBP) telah menuliskan tentang daya tarik novel ini. Salah satunya yakni happy ending yang mengambangLanjutkan membaca “Catatan Kecil Tentang “ Ayah” dan “Ayah dan Sirkus Pohon”.”

Menikmati Jejak ‘Bucin’ Sabari…

Sejak dulu, Ukun menyukai banyak perempuan. Namun, perempuan yang tidak menyukainya lebih banyak lagi..(hal. 123) Ukun adalah salah satu sahabat kental nan polemik dari Sabari, si tokoh paling diperhatikan pada novel ini.  Ukun bersama Tamat menjadi sosok-sosok yang luar biasa berperan bagi kehidupan  Sabari. Mereka membawa lagi sebagian jiwa Sabari yang tercerabut selama bertahun- tahunLanjutkan membaca “Menikmati Jejak ‘Bucin’ Sabari…”

KEJENAKAAN DALAM CERITA HIDUP SOBIRIN cs

“Sebab pekerjaan mencetak batako sesuai dengan kepribadian saya, Bang, eh Pak.” Kalimat diatas kiranya mudah menyetil saraf humor pembaca untuk merespon dengan tertawa. Setidaknya tersenyum.  Itulah salah satu percakapan Sabari dengan orang yang sedang mewawancarinya.  Sabari adalah salah satu tokoh dalam buku berjudul Ayah dan Sirkus Pohon karya salah satu pesohor tanah air ,Andrea Hirata.Lanjutkan membaca “KEJENAKAAN DALAM CERITA HIDUP SOBIRIN cs”

Stella Corine Haryadi : “..sisi humanisnya tetap melekat”

Membaca buku karya Andrea Hirata kemungkinan mudah  membuat pembaca hanyut. Bukan sekedar masuk kepada kisahnya, namun juga bisa membawa pembacanya kepada kenyataan kisah hidupnya.  Demikian pula dengan Stella Corine Haryadi yang jadi gelisah saat membaca di bab-bab awal, Perempuan berambut sebahu ini teringat pada rumahnya dan  khususnya ayahnya. ” Buku ini membawa saya bernostalgia keLanjutkan membaca “Stella Corine Haryadi : “..sisi humanisnya tetap melekat””